ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Menteri Perencanaan PembaÂnguÂnan NaÂsional (PPN)/Kepala Badan PeÂrencanaan PembanguÂnan NasioÂnal (Bappenas) ArÂmiÂda AlisjahÂbana mengatakan, seÂpanjang 2012, total dana pemÂbaÂngunan infrastruktur mencaÂpai Rp 385,2 triliun.
“Untuk 2013, nilainya naik menÂjadi Rp 438,1 triliun,†ujar Armida di Jakarta, kemarin.
Armida menyebut, investasi terÂsebut merupakan gabungan daÂri dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), AngÂgarÂan Pendapatan dan BeÂlanja Daerah (APBD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maupun swasta.
Untuk mendukung pertumbuÂhan ekonomi di atas 7 persen seperti yang ditargetkan dalam dokumen Masterplan PercepatÂan Pembangunan Ekonomi InÂdoneÂsia (MP3EI), idealnya diÂperÂluÂkan investasi infrastruktur sekiÂtar 7 persen dari Produk DomesÂtik Bruto (PDB).
“Dana Rp 438 triliun baru seÂkitar 4,7 persen dari PDB IndoÂnesia,†kata Armida.
Direktur Pengembangan Kerja Sama Pemerintah dan Swasta (PKPS) Bappenas Bastary P InÂdra menambahkan, pengemÂbaÂngan infrastruktur memang menÂjadi prioritas pemerintah.
“TaÂhun lalu ada 16 proyek, tahun ini akan ada 14 proyek,†ujarnya.
Proyek-proyek tersebut diÂtaÂwarÂkan keÂpada pihak swasta meÂlalui ajang Indonesia InterÂnaÂtional InfraÂstrucÂture ConfeÂrence and ExhiÂbition (IIICE) 2013.
“Proses tranÂsaksi, tender dan kontrak akan diÂlakukan tahun ini juga,†kata Bastary.
Asisten Deputi Menko PerÂekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Wahyu Utomo mengaÂtakan, peÂmerintah akan memÂbeÂriÂÂkan duÂkungan dan memfaÂsiliÂtasi pihak swasta yang masuk ke proyek-proyek infrastruktur.
“Ini saat yang tepat untuk peÂÂngemÂbangan infrastruktur,†ujar Wahyu.
Kamar Dagang Dan InÂdustri (Kadin) mengÂhaÂrapkan peran swasta dalam proyek MP3EI bisa mencapai 30 persen dari saat ini yang hanya 10 perÂsen.
Wakil Ketua Kadin Bidang IT dan Telekomunikasi Didie W Soewondho menyebutkan, dari total kebutuhan proyek infraÂstrukÂtur MP3EI itu sebesar Rp 1.400 triliun. Nah, 30 persen dari nilai itu bisa diserahkan swasta.
“Jadi di sekitar Rp 550 triliunÂnya itu, seÂlain infrastrukturnya, juga indusÂtrinya,†ujar Didie.
Selain itu, lanjut Didie, keterÂlibatan swasta juga diharapakan terjadi dalam proyek Public Partnership PriÂvate (PPP). BerÂarti perkiraan keÂbutuhan investasi hampir menÂcapai Rp 420 triliun.
“Swasta ini sedang mengintip sejauh mana program PPP ini berjalan,†kataÂnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09