Berita

LOGO PLN/IST

PLTGU Muara Karang Padamkan Listrik Area Jakarta

JUMAT, 18 JANUARI 2013 | 18:52 WIB

Sejumlah wilayah di Jakarta terkena pemadaman listrik menyusul banjir yang menggenangi kawasan PLTGU Muara Karang, Jakarta Utara.

Direktur Operasi Jawa Bali PLN Ngurah Adnyana di Jakarta, Jumat mengatakan, PLTGU yang menjadi salah satu pemasok utama kebutuhan listrik masyarakat Jakarta tersebut tidak bisa beroperasi optimal.

PLTGU itu hanya beroperasi dengan total daya mampu sekitar 680 MW.


"Akibatnya, beberapa area di Jakarta terpaksa dipadamkan," katanya.

Daerah yang terkena dampak pemadaman akibat tergenangnya PLTGU Muara Karang adalah pelanggan yang dipasok Gardu Induk (GI) Budi Kemuliaan dan GI Kebon Sirih.

Pemadaman listrik tersebut menambah wilayah yang tidak memperoleh pasokan listrik karena gardu atau daerah pelanggan tergenang air. Menurut Ngurah, hingga Jumat sore, gardu distribusi yang terpaksa dipadamkan mencapai 1.847 unit.

Sementara, keseluruhan jumlah gardu distribusi di Jakarta mencapai 19.000 unit. Ia juga menambahkan, setelah banjir surut, maka diperlukan waktu untuk membersihkan, mengeringkan, dan menguji gardu listrik yang semula dipadamkan.

"Untuk itu, kami mohon pengertian masyarakat jika setelah surut nanti kemungkinan listrik tidak bisa langsung menyala. Diperlukan waktu untuk memastikan gardu tersebut dalam kondisi aman sebelum dinyalakan," ujar Ngurah.

Sementara, Juru Bicara PLN, Bambang Dwiyanto kembali meminta masyarakat yang terkena banjir untuk melakukan langkah-langkah pengamanan. Antara lain, memastikan "meter circuit breaker" (MCB) atau sekering dalam posisi mati, matikan semua peralatan listrik dengan mencabut kabel dari stop kontak, dan setelah banjir surut dan keadaan aman, keringkan dengan sempurna peralatan listrik seperti saklar, stop kontak yang sempat terendam banjir sebelum digunakan kembali.

Banjir besar lima tahunan melanda sebagian wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (17/1). [ant/wid]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya