Bank Indonesia
Bank Indonesia
Syafaruddin meninggal saat mengikuti proses wawancara unÂtuk fit and proper test (uji keÂlaÂyakan dan kepatutan) sebagai Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut di Gedung Bank Sentral.
Menurut DirekÂtur Grup HubuÂngan MasÂyaÂrakat BI Difi A Johansyah, tim dokter dari Divisi Pelayanan Kesehatan Yayasan KesejahteÂraan Karyawan Bank Indonesia (YKKBI) menyataÂkan, SyafaÂruddin tutup usia puÂkul 16.50 WIB, Rabu (16/1). SeÂlanÂjutnya, perihal penyebab meningÂgalnya Syafaruddin akan ditaÂngani kepolisian.
“BI telah menginformasikan hal ini kepada keluarga yang berÂsangkutan. BI mengucapkan turut berbelasungkawa,†ujar Difi, kemarin. Syafaruddin meningÂgal dalam usia 50 tahun.
Difi mengatakan, wawancara bertujuan mengetahui integritas, pengalaman dan kompetensi dari masing-masing calon.
“Berdasarkan wawancara itu, (tim pewawancara) akan menenÂtukan kualifikasi setiap calon diÂreksi yang terbagi atas tiga kateÂÂgori; layak, tidak layak dan berÂsyarat. Selanjutnya akan diÂsamÂpaikan kepada para pemeÂgang saÂham. Merekalah yang akan meÂmutuskan siapa saja yang akan menjadi direksi definitif,†jeÂlas Difi.
Tapi dia menolak menyebutÂkan, siapa saja lima nama yang pernah diajukan pemegang saÂham yang hendak diwawanÂcarai menjadi direksi.
“Setidaknya terÂhitung 30 hari sejak wawancara dilakukan baÂru diputusÂkan siapa yang akan menÂjadi diÂreksi. Waktu selama 30 hari diÂsediakan bagi para calon untuk memenuhi komitmen atas keÂkurangan yang ditemukan saat wawancara,†kata Difi seperti dikutip medan bisnis.com.
Sebelumnya disebut-sebut bahÂwa lima nama calon direksi yang diajukan pemegang saham untuk diseleksi menjadi pengurus Bank Sumut adalah Rudi Dogar HaraÂhap (bekas Direktur Umum), M Syahrir Ritonga (bekas pimÂpinan Bank Sumut Cabang LuÂbuk PaÂkam), Agung Santoso (PeÂmimÂpin Divisi SDM), SaÂparudÂdin (PeÂmimÂpin Divisi TreaÂsury).
Selain keempat nama yang beraÂÂsal dari internal Bank Sumut terÂsebut, terdapat satu nama lagi dari luar, yakni Ester Ginting yang meruÂpakan Pimpinan WiÂlayah Sumut Bank Danamon.
PelaksanaTugas (Plt) Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho meÂngaku telah mendaÂpatkan kabar duka cita itu dari Komisaris UtaÂma Bank SuÂmut Djaili Azwar. SeÂbagai pemeÂgang saham peÂngenÂdali, Gatot meÂrasa kehilangÂan soÂsok pekerja keras dan motor pengÂgeÂrak Bank Sumut selama ini.
“Dari beberapa diskusi panÂjang, almarÂhum merupakan soÂsok motor pengÂgerak yang menÂdinaÂmisasi Bank Sumut selama ini. Karena itu, sebagai pemeÂgang saÂham pengendali saya usulkan beÂliau sebagai salah satu calon unÂtuk diuji BI,†katanya.
Gatot berharap keluarga yang ditinggalÂkan dapat tabah meneÂrima kabar duka cita tersebut.
Pimpinan Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Bank Sumut Bahrein Siagian mengaku terÂkeÂjut dan sangat kehilangan atas meÂninggalnya Syafaruddin Ashari. Menurut Bahrein, saat masuk ke Bank Sumut, hingga hari terakÂhirÂnya bekerja, tidak ada tanda-tanda dia mengidap penyakit. BahÂkan, dia selalu beÂkerja dengan penuh semangat dan keceriaan.
Begitu juga saat akan berangÂkat ke JaÂkarta mengikuti fit and proÂper test sebagai salah satu caÂlon direksi di Bank Sumut, dia tampak sehat. Menurutnya, seluÂruh keÂluarga tak meÂnyangka keÂpergian SyafaÂruddin begitu cepat.
Jenazah almarhum dijadwalÂkan akan tiba hari ini pukul 06.00 di Medan dan dikebumikan usai salat zuhur di Perkuburan MusÂlim, Jalan Bersama Medan.
“Almarhum meninggalkan seoÂrang istri dan tiga anak, yakni Muhammad Arizal, 21, Azzalia, 17, dan Luthfia Azizah, 11,†ujar Bahrein. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09