ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Anggota Komisi VII DPR GusÂti Iskandar menegaskan, munÂdurnya proyek kelistrikan naÂsioÂnal menunjukÂkan ketidakÂsiapan PLN dalam menjalankan progÂram-program yang diamaÂnatÂkan Kementerian ESDM.
“DaÂÂlam hal ini, PLN harus berÂtanggung jawab. Selain itu, DirÂjen Listrik ESDM juga ikut berÂkonÂtribusi atas kelambatan progÂram strategis ini,’’ jelas Gusti di Jakarta, kemarin.
Akibat molornya proÂyek-proÂyek tersebut, katanya, jaminan keÂtersediaan listrik di daerah bisa terganggu. Apalagi pemeÂrinÂtah berencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL) secara berÂtahap 15 persen di 2013.
“Pemerintah dan DPR suÂsah payah menyusun anggaran. Tapi malah tidak dipakai. Ini ada apa dengan Dirjen Listrik dan PLN,’’ tanya Gusti heran.
Ke depan, lanjutnya, proyek ini harus dikebut agar tidak terÂlalu melenceng dari target. Pihak keÂmenterian ESDM harus lebih teÂgas dalam bertindak, termasuk melakukan evaluasi terhadap pejabat yang tidak becus dalam menjalankan amanah.
“Kita imbau agar Menteri ESDM Jero Wacik dan Menteri BUMN Dahlan Iskan fokus terÂhadap maÂsalah ini. Tahun ini eranya politik. Semuanya punya dampak politis dan bisa dipolitiÂsasi. Untuk mengÂhindari hal itu, sebaikÂnya evaluasi dilaÂkukan terhadap peÂjabat yang lalai,’’ paparnya.
Anggota Komisi VII DPR dari F-PAN Totok Daryanto menilai, keterlambatan proyek kelistrikan nasional bakal menciptakan ineÂfisiensi baru di tubuh PLN.
“ProÂgram ini sangat bagus. Karena listrik sangat dibutuhkan rakyat di daerah. Kalau terlamÂbat, rakyat kembali menjadi korÂbanÂnya. Sebaiknya koordiÂnaÂsi ditingÂkatÂkan agar program ini segera tereaÂlisir,’’ pintanya.
Namun, penilaian DPR ini diÂsanggah oleh PLN. Diperkirakan, pendapatan PLN tahun lalu menÂcapai Rp 127 triliun atau naik 11,4 persen dibanding pendaÂpatan 2011 sebesar Rp 114 triliun akibat penambahan peÂlanggan.
“Untuk pendapatan terÂbesar maÂsih berasal dari peÂlanggan ruÂmah tangga. KontriÂbusi peÂlangÂgan rumah tangga terhadap penÂdapatan perusahaan mencapai Rp 45,8 triliun, 36 perÂsen dari total pendapatan PLN,†kata KeÂpala Divisi Niaga PLN Benny MarÂbun di Jakarta, kemaÂrin.
SedangÂkan pendapatan PLN dari sektor industri pada tahun lalu, menurut Benny, mencapai Rp 42,9 triliun atau 33,8 persen dari target penÂdapatan. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09