ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Hujan yang mengguyur wilaÂyah Jabodetabek tak hanya memÂbuat banyak daerah pemuÂkiman penduduk terkena bajir, namun juga menghantam kawaÂsan inÂdustri.
Salah satunya, kaÂwasan InÂdustri MM 2100 CibiÂtung, Bekasi Jawa Barat, ada beÂberapa peruÂsahan di kawasan ini terÂendam banjir seperti di jalan SuÂmatra, banjir sekitar lutut orang deÂwaÂsa menggenangi jalan ini.
Sebagian perusahan malah meliÂburkan karyawannya kareÂna tidak bisa berproduksi. KeÂruÂgian banjir ini ditaksir menÂcaÂpai miÂliaran rupiah. Dari panÂÂtauan di lapangan, terÂlihat hujan yang menggenangi kaÂwaÂsan InÂdusri MM 2011 samÂpai saat ini masih belum suÂrut.
Wakil Sekretaris Jenderal AsoÂsiasi Pengusaha Indonesia (ApinÂÂdo) Franky Sibarani meÂnyaÂtaÂkan, suplai bahan makanan ke wilayah Sumatera terganggu seÂjak bebeÂraÂpa hari lalu.
“Banjir di kawasan tol Merak sangat mengganggu suplai proÂduk jadi dan baku ke wilayah SuÂmatera. Tentu ini masalah seÂrius yang harus segera diseleÂsaiÂkan,†kata Franky.
Saat ini, pihaknya belum menÂdapat laporan kerugian akibat banÂjir tersebut. Dampak secara langsung saat ini hanya masalah gangguan distribusi.
Dia juga menyebut industri retail mulai kekurangan bahan makanan. Jika banjir masih terÂjadi hingga beberapa hari ke deÂpan, stok barang makanan di reÂtail semakin menipis dan konÂsumen semakin menurun.
“Saat ini memang masih ada stok. Tapi jika terus berlanjut keÂÂÂruÂgian akan terasa,†cetusnya.
Selain kehabisan stok makaÂnan, banjir juga membuat bebeÂrapa industri kesulitan mensuplai bahan produksi akibat terjebak macet. Barang yang semestinya terkirim hanya dalam tempo seÂhari molor menjadi tiga hari.
Wakil Ketua Umum Kamar DaÂgang Dan Industri (Kadin) BiÂdang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur mengaÂtakan, tahun lalu saja keÂrugian akiÂbat banjir mencapai Rp 10 miÂliar per hari. Tahun ini kemungÂkinan jauh lebih besar.
Menurut Natsir, kalau keruÂgian tahun lalu hanya bertumpu pada menumpuknya truk di peÂlabuhan Merak dan Bakauheni karena lamanya penumpukan baÂrang. Tahun ini dia prediksi kerugian bakal lebih besar kaÂrena ditamÂbah kemaÂcetan di tol selama berÂjam-jam.
Dia menjelaskan, banjir di tol arah Merak mengakibatkan biaÂya angkut semakin tinggi. Hal ini berakibat pada pengangkutan baÂrang dari Cilegon, yang notaÂbene daerah industri menuju Jakarta menjadi terhambat.
“Jika barang yang diangkut merupakan barang yang akan diekspor, kerugian akan semaÂkin besar,†kata Natsir.
Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto mengatakan, perÂsoalan banjir harus segera diÂÂatasi pemerintah daerah mauÂpun pusat. Ia menyebut, keÂruÂgian yang diakibatkan karena banjir tak semata-mata soal maÂteri saja, tapi juga bisa berÂdamÂpak pada iklim investasi.
“Ini bukan hanya masalah maÂterial, tapi multiplier effect (damÂpak beruntun) yang diseÂbabkan banjir jauh lebih besar. Siapa inÂvestor yang mau masuk kalau banjir begini,†kata Suryo.
Direktur Jenderal PerÂdaÂgaÂngan Dalam Negeri KementeÂrian PerÂdaÂgangan GuÂnaryo meÂÂÂngaÂtakan, berdasarkan data yang dikumÂpulkan dari 33 proÂvinsi, disimÂpulkan bahwa harga bahan pokok secara nasional maÂÂsih reÂlatif stabil.
Dia menjelaskan, harga beras, minyak goreng curah dan tepung teÂrigu relatif stabil. Masing-maÂsing naik 0,22 persen (menjadi Rp 8.323 per kg), 0,5 persen (menÂjadi 10.117 per kg) dan 0,26 persen (menjadi 7.847 per kg). Harga gula pasir justru turun 0,61 persen menjadi 12.310 per kg.
Harga daging sapi dan daging ayam relatif masih tinggi, tetapi ada kecenderungan menurun maÂÂsing-masing 0,54 persen (menÂjaÂdi 85.438 per kg) dan 0,19 perÂsen (menjadi 27.518 per kg). KeÂnaikan harga tertinggi terÂjadi pada telur, yakni sebesar 1,86 perÂÂsen menjadi Rp 18.562 per kg.
“Masih tingginya harga daging sapi karena masih terbatasnya paÂsokan. Sementara untuk daging ayam dan telur lebih disebabkan karena meningkatnya permintaan sebagai substitusi dari daging sapi,†kata Gunaryo. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09