ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Menurut Djan, kritikan dan pemberitaan negatif terhadap kiÂnerjanya selama ini, akan menÂjadi semangat baru bagi KeÂmenÂterian Perumahan Rakyat (KeÂmenpera) untuk lebih meÂningÂkatkan kinerjanya di tahun ular.
“Kami akan memperkuat kerÂja sama dengan berbagai peÂmangku kepentingan, khususÂnya bidang perumahan agar peÂnyediaan ruÂmah layak huni untuk masyaÂraÂkat kecil bisa terpenuhi dengan baik. TerÂutama di daerah-daerah terÂpenÂcil akan terus kami genjot,†janji Djan di Jakarta, kemarin.
Bekas senator asal Jakarta ini mengatakan, penyediaan ruÂmah swadaya di daerah terus dilakuÂkan, meski belum semua terpeÂnuhi. Dia berjanji akan memperÂbaiki kinerjanya tahun ini.
Djan menargetkan program banÂtuan rumah swadaya seÂbaÂnyak 180.000 unit dengan total angÂgaran Rp 2,3 triliun. Dia memÂbantah adanya dugaan peÂngenÂdapan dana dalam pemÂbaÂÂnguÂnan rumah swadaya di perÂbanÂkan.
Menurutnya, seÂmua pemÂbaÂngunan rumah swaÂdaya unÂtuk rakyat miskin dilaÂkukan secara transparan, meski belum seÂmuaÂÂnya terealisasi.
“Tidak ada endap-endapan daÂÂna di bank. Semua serba transÂpaÂran dan bisa dicek. TuÂjuan pemÂbangunan rumah swaÂdaya itu unÂtuk memÂbantu pemÂbangunan rumah bagi rakyat miskin,†tegasnya
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Djan mengungÂkapÂkan, hingga saat ini, sekitar 7,9 juta unit rumah yang dibaÂngun oleh rumah tangga miskin, kondisinya tidak layak huni.
“Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 2,9 juta unit rumah tidak layak huni berada di perkotaan, 5 juta ada di pedesaan,†jelasnya.
Mengenai jumlah rumah yang berhasil dibangun Kemenpera, Djan menjelaskan, selama tahun 2012, ada 262.906 rumah tidak layak huni mendapatkan progÂram BSPS.
“Terbangun di 33 Provinsi dan 202 Kabupaten/Kota. TaÂhun ini, jumlah rumah tidak layak huni yang mendapat BSPS diperÂkiÂrakan menurun menjadi 180 ribu rumah untuk 33 Provinsi dan 200 Kabupaten dan Kota,†papar Djan.
Ditanya alasan penurunan terÂsebut, Djan mengatakan, secara kuantitas memang menurun, naÂmun secara kualitas naik.
â€Jumlah bantuan naik jadi 7,5 juta per unit rumah tidak layak huÂni untuk peningkatan kualitas (PK) atau rusak ringan dan Rp 15 juta per unit untuk pembaÂngunan baru (PB) atau rusak beÂrat,†terangnya.
Soal indikator rumah tangga miskin yang berhak menerima BSPS, Djan menuturkan, konÂdisi rumah terlihat sempit, lanÂtainya tanah, atapnya dari rumÂbia, alang-alang dan genÂteng muÂrahan, dindingnya dari bamÂbu, rumbia dan kayu muÂrahan, tidak ada listrik, tidak ada WC, sulit mendapatkan air bersih.
“Insya Allah dengan kritikan selama ini, Kemenpera akan leÂbih baik lagi bekerja dalam menÂjaÂlanÂkan program peruÂmaÂhan. Apa yang belum akan seÂgera direaÂlisasikan,†ucapnya.
Ia mengatakan, pada 2012, keÂmenteriannya telah melakÂsaÂnaÂkan beberapa program kerÂja. Di antaranya pembaÂngunan ruÂmah susun sederhana sewa (ruÂsuÂnaÂwa) yang terkontrak untuk tahun 2012 berjumlah 217 twin block (TB).
“Total anggaran pembanguÂnan rusunawa tahun 2012 diÂrealÂiÂsaÂsikan lebih dari Rp 1 triÂliun atau 87,97 persen dari angÂgaran sekiÂtar Rp 1,13 triliun,†katanya.
Menpera juga akan mengÂevaÂluasi program pembanguÂnan ruÂsunawa. Pasalnya, luas tanah yang ada kadang tidak seÂsuai deÂngan ukuran ideal ruÂsunawa yang ada. Saat ini, satu TB ruÂsunawa dibangun dengan ukuran panjang sekitar 63 meter dan lebar 16 meter. Dana yang diguÂnakan unÂtuk memÂbangun 1 TB rusuÂnaÂwa menÂcapai Rp14 miliar.
“Jika pembangunan 1 TB ruÂsuÂnawa ukurannya 63 m x 16 m tentunya membutuhkan tanah yang cukup luas. Jadi, kami akan upayakan agar rusunawa bisa dibangun sesuai dengan luas tanah yang ada,†tegasnya.
Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo berÂhaÂrap, Menteri Djan Faridz konÂsisten terhadap semua progÂram peruÂmaÂhannya. DeÂngan beÂgitu, proÂgram perumahan daÂpat berÂjalan baik.
“Kami yakin kalau Menpera konsisten, semua program dapat berjalan baik. Bahkan Apersi teÂlah melakukan kerja sama pemÂbangunan rumah Pegawai NeÂgeri Sipil (PNS) di sejumlah daerah dengan Menpera. MuÂdah-mudahÂan adanya kerja saÂma dengan peÂmangku kepentiÂngan perumahÂan, program peÂrumahan berjalan makÂsimal,†kata Apersi di acara Rapat KerÂja Nasional (Rakernas) Apersi di Jakarta, kemarin. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09