ilustrasi, sembako
ilustrasi, sembako
“Jika cuaca ekstrem ini berÂkeÂlanjutan, pasokan bahan baku akan terdampak signifikan seÂhingga memicu peningkatan biaÂya produksi bagi perusahaan maÂkanan dan minuman,†kata Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman di Jakarta, kemarin.
Gangguan distribusi, menurut Adhi, dapat terjadi dalam jangka waktu dekat menyusul terhamÂbatnya transportasi laut yang diÂseÂbabkan arus tinggi sehingga mengganggu jadwal kapal laut.
“Kondisi cuaca dengan tingkat curah hujan yang tinggi membuat jadwal kapal laut menjadi terÂganggu. Sementara dari sisi paÂsokan bahan baku, sangat diÂpeÂngaÂruhi stok dan kontrak pemÂbelian bahan baku para produsen makanan,†tandasnya.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian PerÂdagangan Gunaryo mengatakan, berdasarkan data yang dikumÂpulÂkan dari 33 provinsi, periode mingÂgu I dan minggu II Januari 2013, disimpulkan bahwa harga bahan pokok secara nasional maÂÂsih relatif stabil.
“Walaupun ada kenaikan tetapi tidak signiÂfikan,†ujar Gunaryo.
Dia menjelaskan, harga beras, minyak goreng curah, tepung teÂrigu relatif stabil. Masing-maÂsing mengalami kenaikan 0,22 persen (menjadi Rp 8.323 per kg), 0,5 persen (menjadi 10.117 per kg), dan 0,26 persen (menÂjadi 7.847 per kg). Harga gula paÂsir justru turun 0,61 persen menÂjadi 12.310 per kg.
Harga daging sapi dan daging ayam relatif masih tinggi, tetapi ada kecenderungan menurun maÂsing-masing 0,54 persen (menÂjadi 85.438 per kg) dan 0,19 perÂsen (menjadi 27.518 per kg). Kenaikan harga tertinggi terÂjadi pada telur, yakni sebesar 1,86 persen menjadi Rp 18.562 per kg.
“Masih tingginya harga daging sapi karena masih terbatasnya pasokan. Sementara untuk daging ayam dan telur lebih disebabkan karena meningkatnya perminÂtaan sebagai substitusi dari daÂging saÂpi,†kata Gunaryo.
Namun Muhamin (37), pedaÂgang Pasar Palmerah, JaÂkarta Barat, mengaÂtakan, faktor cuaca sangat memÂpengaruhi perubahan harga semÂbako. Umumnya cabe dan baÂwang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan sayur-sayuÂran berasal dari Jawa Barat.
“SemÂÂbako yang terhambat diÂdistribusikan karena banjir biaÂsaÂnya akan rusak, sehingga memÂÂbuat pedagang menaikkan semÂbako yang tersisa supaya tidak rugi,†jelasnya.
Harga cabe merah keÂriting yang semula sekitar Rp 16.000 per kg kini naik menjadi Rp 24.000 per kg. Cabe rawit merah dari sekitar Rp 18.000 per kg naik jadi Rp 32.000 per kg.
Sementara untuk Cabe rawit hijau dari sekitar Rp 10.000 naik jadi Rp 18.000 per kg. Tomat dari sekitar Rp 5.000 naik jadi Rp 8.000 per kg. KeÂnaikan harga tersebut saÂngat memÂbeÂratÂkan, terutama bagi konÂsumen dari para pedagang makaÂnan. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09