Berita

ilustrasi, pajak

Bisnis

Dirjen Pajak Malah Nyalahin Krisis Global

Setoran Tidak Sesuai Target
RABU, 16 JANUARI 2013 | 07:58 WIB

.Penerimaan pajak tahun 2012 tidak mencapai target. Dir­jen Pajak Fuad Rahmany ber­alasan, tidak tercapainya target tersebut karena banyak peru­sa­haan yang menurunkan se­to­ran­nya akibat krisis global.

Menurut dia, empat usaha sek­toral yang selama ini menjadi pe­nyetor pajak terbesar meng­alami penurunan karena dampak krisis global. Dia mengaku jum­lah pe­nerimaan pajak 2012 sebe­sar Rp 980,1 triliun, angka itu tidak men­capai target penerimaan APBN yang sebesar Rp 1.016 triliun.

“Empat sektor yang meng­alami penurunan adalah sektor industri manufaktur, industri pertam­ba­ngan, keuangan serta perkebunan. Sektor-sektor itu terkena imbas resesi global,” katanya, kemarin.

Menurut dia, industri ma­nu­faktur mengalami penurunan di­banding tahun lalu, begitu juga pertambangan. Sementara ke­uangan dan perkebunan seperti sawit juga mengalami per­lam­batan karena laba mereka turun sehingga penerimaan pajak tidak maksimal.

Fuad menjelaskan, penerimaan pajak tahun ini 96,4 persen atau berkurang 3 persen dari 2011 se­besar 99,5 persen. Namun, ber­ku­rangnya persentase itu dilihat dari besaran target yang berbeda pada dua tahun tersebut. Target 2011 sebesar Rp 873,9 triliun.

Fuad mengatakan, dengan tu­runnya penerimaan pajak dari empat sektor tersebut, jumlah wajib pajak (WP) pun turun. Pe­nurunan 1.000 wajib pajak ini menurunkan pendapatan pajak senilai Rp 53 triliun.

“Peru­sa­haan-perusahaan di bidang ter­sebut bukan ngemp­lang. Mereka bayar pajak, namun memang ada penurunan karena sektor usa­ha­nya turun,” jelasnya.

Fuad mengungkapkan, ren­dah­nya persentase pencapaian target pajak ini karena rendahnya ki­nerja penerimaan pajak pada Kan­wil wajib pajak besar. Pen­ca­paiannya hanya 89 persen dari target yang ditetapkan.

Untuk mengamankan pene­ri­maan pajak 2013 sebesar Rp 1.042 triliun, Fuad mengaku su­dah me­nyusun langkah stra­tegis. Antara lain, pengenaan pajak baru bakal diterbitkan tahun ini, mi­salnya pajak usaha kecil ber­omzet besar dan pajak per­tam­bahan nilai bagi kegiatan infrastruktur.

“Penyusunan Rancangan Pe­ra­turan Menteri Keuangan (RPMK) tentang Harga Batubara Acuan, tentang Pajak Penghasilan (PPh) Final Saham Pendiri dan me­ngenai Transfer Pricing. Kami ha­­rapkan jumlah wajib pajak semakin luas dan juga me­ning­katkan kepatuhan membayar pajak,” harap Fuad.

Selain itu, ia mengaku saat ini mengincar penerimaan pajak dari pengusaha kelompok menengah yang omzetnya bukan termasuk kategori Usaha Kecil Menengah (UKM). Seperti pengusaha di mall yang memiliki omzet usaha mencapai miliaran rupiah.

“PP (Peraturan Pemerintah)-nya masih dalam proses menuju ke Presiden, dari Menteri Ke­u­ang­an sudah keluar, tahun ini kita bisa lakukan. Ini adalah PPh un­tuk usaha tertentu, usaha kecil dan menengah. Bentuk usahanya ke­cil, tapi omsetnya besar,” katanya.

Penarikan pajak ini akan di­hitung dari omzet mereka  dan bu­kan dari laba usaha. Me­nu­rutnya, jika omzet usaha se­se­orang sudah diketahui, maka laba usahanya sudah bisa ditebak.

Pengamat perpajakan dari Uni­versitas Indonesia Gunadi me­ngatakan, target pajak untuk 2013 sulit dicapai jika dilihat dari per­tumbuhan alamiah per­pa­ja­kan. Apalagi, realisasi pe­ne­ri­ma­an pajak di 2012 tidak tercapai.

Dia memprediksi, penerimaan pajak tahun ini hanya akan ber­tam­bah 17-19 persen atau sekitar Rp 990-1.000 triliun. “Karena itu target pajak harus diturunkan sekitar Rp 30 triliun,” saran Gu­nadi. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya