Berita

Kiki Amalia

Blitz

Anak Kiki Amalia Bukan Anak Markus?

SELASA, 15 JANUARI 2013 | 09:38 WIB

Sidang cerai perdana Kiki Amalia dan Markus Horison digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, kemarin. Sa­yang, artis dan pemain bola itu absen, hanya diwakilkan kuasa hukum masing-masing.

Sidang perdana masih beragendakan me­diasi. Namun karena ketidakhadiran kedua be­lah pihak, Majelis Hakim menunda sidang sampai dua pekan ke depan.

“Markus dan Kiki tidak bisa hadir, Majelis memberikan kesempatan dua minggu lagi, pada 28 Januari dan menghadirkan kedua pihak,” ujar kuasa hukum Markus, Sangap Surbakti, kepada wartawan.

Sangap menyatakan, agenda Markus se­dang padat untuk seleksi dan kompetisi se­hingga tidak dapat hadir.

“Kalau dari pihak kami, Markus sibuk de­ngan persiapan seleksi kompetisi jadwal sangat ketat. Tidak bisa dipilih karena me­mang sama-sama penting,” bebernya.

Sedangkan kuasa hukum Kiki Amalia, Muhammad Mahadi menyatakan, mediasi belum bisa dijalankan. Sang klien mengalami gejala tifus sejak Sabtu kemarin.

“Memang belum fit. Sebenarnya pagi mau datang, cuma meriang,” kata Muhammad.

Ia menjelaskan, yang menggugat cerai adalah pihak Markus, bukan Kiki. Dalam gugatannya, Markus sama sekali tidak me­nyinggung soal harta. “Artinya Markus tidak bicara masalah harta. Yang dia minta hanya cerai saja. Kalau di luar ada berita Kiki me­ngejar harta itu salah besar,” ucapnya.

Kuasa hukum Markus lainnya, Mangapul Silalahi ikut menimpali kalau usaha untuk mencapai kata damai antara Kiki dan Markus sudah dilakukan sejak pertengahan 2012.

“Proses mencari titik temu sudah dilakukan. Sampai Desember ketemu keluarga besar Kiki, tapi nggak direspons. Komunikasi sudah berjalan, jadi ini nggak serta merta,” ujar Mangapul.

Yang ramai, setelah mengajukan permo­honan talak, Markus mengaku tak memiliki anak dari Kiki. Padahal, dalam setiap wa­wan­caranya, Kiki mengaku memiliki anak laki-laki bernama Khaleev yang telah berusia tujuh bulan. Markus melalui Sangap Sur­bakti, de­ngan tegas membantah mempunyai mo­mongan dari Kiki. Bahkan, Markus siap menjalani tes DNA. “Menurut Markus se­perti itu (tidak punya anak). Bila ada tes DNA, dia siap,” kata Sangap.

Untuk memperkuat bahwa dirinya tak me­miliki anak dari Kiki, Markus memasukkan masalah tersebut dalam gugatan cerainya. “Itu jelas disebutkan,” tegas Sangap.

Lalu, anak yang diakui Kiki itu anak siapa?

“Tidak tahu, itu yang membuat gundah ke­luarga besar (Markus-red),” jawab Sangap.

Saat anaknya diklaim berusia empat bulan, Kiki sempat berujar ingin menambah mo­mong­an. Tepatnya sebelum memasuki usia 30 tahun pada 26 November tahun lalu. “Tambah anak aja. Sebelum usia lebih dari 30 tahun ingin pu­nya anak perempuan,” ucap Kiki.

Disebut-sebut Kiki dan Markus berselisih tajam seputar masalah ekonomi dan pekerjaan masing-masing. Bahkan alasan Markus meng­gugat cerai karena Kiki matre. Tak tahan karena jarang dikasih uang lagi oleh sang kiper yang kariernya mulai meredup. Namun, pada dasar­nya Kiki tak ingin dicerai oleh Markus.

“Kalau dari aku nggak ada apa-apa. Gugatan itu kan dari mereka (Markus), bukan dari aku. Kalau aku sebetulnya nggak menginginkan itu (perceraian),” tutur Kiki, Desember lalu.

“Aku jujur malah nggak tahu kalau aku di­gugat. Aku nggak dikasih tahu sebelumnya. Malahan aku tahunya dari infotainment,” sambung bintang film Mas Suka Masukin Aja dan Tragedi Penerbangan 574 ini

Kiki dan Markus menikah pada 27 No­vem­ber 2010. Mereka hanya sesaat merasakan ma­nisnya berumah tangga. Setelah menikah, Markus pindah ke Medan, karena dikontrak klub sepakbola di kota tersebut. Dari situ kon­flik rumah tangga pasangan ini mulai muncul. Gaji Markus yang tidak dibayar klub, ka­barnya membuat Kiki tidak betah menetap di sana. Kiki memutuskan kembali ke Jakarta untuk aktif sebagai artis. Kabarnya, hal itu yang membuat Markus meradang.

Isu cerai pasangan ini terus merebak. Na­mun, Kiki selalu menutupi keretakan rumah tangganya. Ia selalu bilang hubungannya de­ngan Markus harmonis. Kiki pun selalu bilang sedang menikmati statusnya sebagai istri dan ibu dari anak laki-laki.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya