ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Berdasarkan pantauan RakÂyat Merdeka di beberapa pasat tradisional, harga daging sapi suÂÂdah mencapai Rp 100 per kiÂloÂgram (kg). Apen (33), pedagang daÂging di Pasar Bogor bercerita, saat ini harga daging tembus Rp 100 ribu per kg. Padahal, sudah hamÂpir seminggu lalu daging sapi berada di harga Rp 90 ribu per kg.
Kondisi ini membuat omset peÂdagang turun. Alasannya, masÂyarakat tidak mau membeli daÂging karena harganya mahal. Apen mengaku, biasanya dalam sehari bisa menjual hingga 20 kg daging sapi, tapi saat ini hanya bisa menjual 10 kg.
Mestinya harga daging sapi norÂmalnya Rp 85 ribu per kg. UnÂtuk pasokan daging, tidak ada masalah. Apen berharap, harga daging sapi terus menurun seÂhingga mendongkrak kembali tingkat konsumsi masyarakat.
Hal yang sama terjadi di pasar Palmerah, Jakarta. Udin (40), peÂdagang daging di pasar tersebut mengatakan, sejak dua hari terÂakhir harga daging terus mengÂalaÂmi kenaikan. Saat ini hargaÂnya sudah di kisaran Rp 100 ribu per kg.
“Sejak Jumat lalu harga daÂging terus naik. Padahal, dua hari lalu harga daging di Pasar Palmerah masih Rp 90.000 per kg hingga Rp 95.000 per kg,†keluhnya.
Sementara harga daging di PaÂsar Senen berada di kisaran Rp 90-95 ribu per kg. Menurut salah satu pedagang, Sajiman (56), harga tersebut masih terlalu mahal baÂgi konsumen. “KonÂsuÂmen baÂnyak yang mengeluh. KaÂmi sih inginÂnya harga bisa turun, tapi itu kan terÂgantung pemasok,†ujarnya.
Menurut Sajiman, harga yang pantas untuk daging sapi adalah Rp 70-80 ribu. Pasokan daging saÂpi yang sedikit menjadi peÂnyeÂbab naiknya harga daging sapi.
Ketua Asosiasi Pedagang DaÂging Indonesia Asnawi mengaku, harga daging sejak akhir pekan laÂlu terus naik. Karena itu, dia tiÂdak heran jika harga daging di pasar mengalami kenaikan. “KaÂrena dari pusatnya naik,†katanya keÂpada Rakyat Merdeka, kemarin.
Harga daging di pusat saat ini Rp 71.500-72.000 per kg. SeÂdangÂkan harga daging di pedaÂgang rata-rata mencapai Rp 100.000 per kg. Harga ini meÂlonÂjak 5,2 persen sejak dua hari lalu yang masih Rp 95.000 per kg. Dia memprediksi, harga daging sapi akan teÂrus melonjak apabila peÂmeÂrinÂtah tidak segera mengambil tindakan.
Wakil Menteri Pertanian (WaÂmentan) Rusman Heriawan meÂngatakan, kenaikan harga daging sapi yang menembus Rp 100 ribu per kg tahun ini akibat adanya flukÂtuasi harga.
“Kalau harga daging sapi itu kan turun naik,†ujarnya.
Bekas Kepala Badan Pusat StaÂtistik (BPS) itu mengatakan, peÂmerintah akan tetap memperÂtaÂhankan kuota daging sapi impor sebanyak 80.000 ton yang belum direaÂlisasikan. Jumlah ini terdiri 48.000 ton sapi bakalan dan 32.000 ton daging sapi beku.
Untuk menindaklanjuti kondisi itu, sambung Rusman, pihaknya berencana membenahi sarana transportasinya. Selain itu, akan ada revitalisasi rumah potong heÂwan (RPH) yang dekat dengan ruÂmah produksi. Nantinya, tidak ada lagi sapi hidup yang masuk ke Jakarta, yang ada adalah daÂging sapi beku.
Terkait dengan rencana Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) unÂtuk melakukan audit terhadap keÂbijakan impor daging karena seÂlalu rusuh setiap penentuan kuÂoÂta impor, Rusman menduÂkung.
Menurutnya, hal itu akan menÂjadi masukan untuk memperbaiki kebijakan impor daging pemeÂrintah. Namun, dia menegaskan, belum berencana menambah kuota impor daging tahun ini.
Ditanya soal kabar jual beli kuoÂta impor daging, Rusman tiÂdak mengiyakan atau membaÂtahÂnya. Rusman cuma bilang, deÂngan adanya pengetatan impor daging, semuanya menjadi lebih tertib. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09