Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Walah, Harga Daging Sapi Capai Rp 100 Ribu Per Kg

Wamentan Bilang, Terjadi Fluktuasi Yang Bikin Harga Naik Turun
SELASA, 15 JANUARI 2013 | 07:59 WIB

Upaya pemerintah meredam kenaikan harga daging sapi sejak akhir tahun lalu dinilai gagal. Sebab, harga daging sapi di pasar tradisional kian liar.

Berdasarkan pantauan Rak­yat Merdeka di beberapa pasat tradisional, harga daging sapi su­­dah mencapai Rp 100 per ki­lo­gram (kg). Apen (33), pedagang da­ging di Pasar Bogor bercerita, saat ini harga daging tembus Rp 100 ribu per kg. Padahal, sudah ham­pir seminggu lalu daging sapi berada di harga Rp 90 ribu per kg.

Kondisi ini membuat omset pe­dagang turun. Alasannya, mas­yarakat tidak mau membeli da­ging karena harganya mahal.  Apen mengaku, biasanya dalam sehari bisa menjual hingga 20 kg daging sapi, tapi saat ini hanya bisa menjual 10 kg.

Mestinya harga daging sapi nor­malnya Rp 85 ribu per kg. Un­tuk pasokan daging, tidak ada masalah. Apen berharap, harga daging sapi terus menurun se­hingga mendongkrak kembali tingkat konsumsi masyarakat.

Hal yang sama terjadi di pasar Palmerah, Jakarta. Udin (40), pe­dagang daging di pasar tersebut mengatakan, sejak dua hari ter­akhir harga daging terus meng­ala­mi kenaikan. Saat ini harga­nya sudah di kisaran Rp 100 ribu per kg.

“Sejak Jumat lalu harga da­ging terus naik. Padahal, dua hari lalu harga daging di Pasar Palmerah masih Rp 90.000 per kg hingga Rp 95.000 per kg,” keluhnya.

Sementara harga daging di Pa­sar Senen berada di kisaran Rp 90-95 ribu per kg. Menurut salah satu pedagang, Sajiman (56), harga tersebut masih terlalu mahal ba­gi konsumen. “Kon­su­men ba­nyak yang mengeluh. Ka­mi sih ingin­nya harga bisa turun, tapi itu kan ter­gantung pemasok,” ujarnya.

Menurut Sajiman, harga yang pantas untuk daging sapi adalah Rp 70-80 ribu. Pasokan daging sa­pi yang sedikit menjadi pe­nye­bab naiknya harga daging sapi.

Ketua Asosiasi Pedagang Da­ging Indonesia Asnawi mengaku, harga daging sejak akhir pekan la­lu terus naik. Karena itu, dia ti­dak heran jika harga daging di pasar mengalami kenaikan. “Ka­rena dari pusatnya naik,” katanya ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.  

Harga daging di pusat saat ini Rp 71.500-72.000 per kg. Se­dang­kan harga daging di peda­gang rata-rata mencapai Rp 100.000 per kg. Harga ini me­lon­jak 5,2 persen sejak dua hari lalu yang masih Rp 95.000 per kg. Dia memprediksi, harga daging sapi akan te­rus melonjak apabila pe­me­rin­tah tidak segera mengambil tindakan.

Wakil Menteri Pertanian (Wa­mentan) Rusman Heriawan me­ngatakan, kenaikan harga daging sapi yang menembus Rp 100 ribu per kg tahun ini akibat adanya fluk­tuasi harga.

“Kalau harga daging sapi itu kan turun naik,” ujarnya.

Bekas Kepala Badan Pusat Sta­tistik (BPS) itu mengatakan, pe­merintah akan tetap memper­ta­hankan kuota daging sapi impor sebanyak 80.000 ton yang belum direa­lisasikan. Jumlah ini terdiri 48.000 ton sapi bakalan dan 32.000 ton daging sapi beku.

Untuk menindaklanjuti kondisi itu, sambung Rusman, pihaknya berencana membenahi sarana transportasinya.  Selain itu, akan ada revitalisasi rumah potong he­wan (RPH) yang dekat dengan ru­mah produksi. Nantinya, tidak ada lagi sapi hidup yang masuk ke Jakarta, yang ada adalah da­ging sapi beku.

Terkait dengan rencana Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) un­tuk melakukan audit terhadap ke­bijakan impor daging karena se­lalu rusuh setiap penentuan ku­o­ta impor, Rusman mendu­kung.

Menurutnya, hal itu akan men­jadi masukan untuk memperbaiki kebijakan impor daging peme­rintah. Namun, dia menegaskan, belum berencana menambah kuota impor daging tahun ini.

Ditanya soal kabar jual beli kuo­ta impor daging, Rusman ti­dak mengiyakan atau memba­tah­nya. Rusman cuma bilang, de­ngan adanya pengetatan impor daging, semuanya menjadi lebih tertib. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya