Hashim DjojoÂhadiÂkuÂsumo
Hashim DjojoÂhadiÂkuÂsumo
PeÂromÂbakan direksi itu diusulÂkan oleh Rothschild yang sudah mengÂirimÂkan tawaran kepada diÂreksi dan komisaris untuk menuÂrunkan 12 anggota direksi dari total yang ada saat ini 14 direksi.
Beberapa direksi yang diminta lengser oleh Rothschild di antaÂranya CEO Nick von Schirnding dan Komisaris Utama Samin Tan. Rothschild yang punya 14,7 perÂsen hak voting di Bumi Plc, meÂngusulkan mantan bos LeigÂhton Holdings Ltd. (LEI) Wallace King sebagai Komisaris Utama.
Sementara Brock Gill ia usulÂkan menjadi CEO dan RothsÂchild sendiri kembali menjadi Direktur Eksekutif. Ia juga menominasiÂkan adik kanÂdung kandidat bakal caÂlon Presiden Prabowo SuÂbianÂto, Hashim DjojoÂhadiÂkuÂsumo, menÂjaÂdi salah satu DiÂrektur.
Calon direksi lain yang diuÂsulkan Rothschild adalah Roger Davis, bekas anggota parÂlemen dan Menteri Hukum Inggris Jonathan Djanogly dan Richard Gozney. Gozney sebeÂlumnya perÂnah menjabat sebagai Duta Besar Inggris untuk IndoÂnesia.
“Pertemuan pemegang saÂham ini akan memberikan pilihan yang jelas bagi para pemegang saÂham dan anggota dewan dalam renÂcana pemisahan bisnis deÂngan Grup Bakrie. Pertemuan ini suÂdah disepakati oleh para direkÂtur independen, Nat RothÂschild beÂserta koleganya,†kata Nick von Schirnding dalam keteÂrangan tertulis yang dikutip Bloomberg, kemarin.
Selain mengocok direksi, Bumi Plc juga menunda investasi seÂnilai 288 juta dolar AS atau seÂkitar Rp 2,7 triliun tahun ini. Hal itu terjadi seiring melemahÂnya harga batubara di pasar global.
“SaÂat ini, iklim bisnis batubara seÂÂdang tidak baik sehingga eksÂpansi terpaksa ditunda. PrinsipÂnya, eksÂpansÂi harus mengunÂtungÂÂkan,†ujar von Schirnding.
Dia menjelaskan, dana itu seÂmula untuk anak usaha perÂseÂroan, PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Yakni, memÂbangun ban berÂjalan (conveyor) sepanjang 42 kilometer (km) dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di tamÂbang Binungan. Kapasitas proÂduksi Berau ditarÂgetkan naik menÂjadi 30 juta ton setahun, seÂiring adanya proyek itu.
Bumi Plc memiliki 85 persen saham Berau. Perusahaan inÂvesÂtasi pertambangan yang terÂcatat di Bursa Efek London itu juga mengendalikan perusahaan batuÂbara lainnya, PT Bumi ReÂsourÂces Tbk (BUMI), dengan porsi saham 29 persen.
Bumi Plc, yang sebelumnya bernama Vallar Plc, didirikan oleh kongsi Grup Bakrie-RothÂschild di 2011 dengan nilai invesÂtasi sekitar 3 miliar dolar AS atau Rp 28,5 triliun. Hubungan keÂduaÂnya mulai memanas tak lama seÂtelah perusahaan tersebut lisÂting di bursa London. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09