Berita

ilustrasi, sawit

Bisnis

Pengusaha Takut Pasar CPO Dimakan Malaysia

Penurunan Bea Keluar Dinilai Tidak Efektif
RABU, 09 JANUARI 2013 | 08:02 WIB

.Pengusaha sawit Indonesia mengaku tahun 2012 iklim bisnis tidak terlalu cerah. Secara rata-rata, harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan produk turunannya anjlok 12 persen.

“2012 memang tidak terlalu cerah bagi industri sawit, terutama harga. Persoalan harga adalah penyebab lesunya industri sawit. Sepanjang tahun lalu harga CPO menurun sejak Juni dengan rata-rata 999 dolar AS,” kata Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Joko Su­priyono di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, pada 2011 sampai Mei 2012 industri sawit masih menikmati rata-rata harga 1.126 dolar AS.

Dari pantauan Gapki, penye­bab turunnya harga ini lantaran rendahnya permintaan dari negara tujuan ekspor China, Eropa dan Amerika Utara. Aki­batnya, nilai ekspor sawit turut me­lemah. Pada 2011, CPO me­nyumbang 21 miliar dolar AS. Na­mun tahun lalu sampai Desem­ber diperkirakan pen­dapatan ekspor sawit mencapai 20 miliar dolar AS.

“Kita masih belum mendapat data resmi pemerintah, tapi dari data yang kita kumpulkan kemungkinan tahun lalu nilai ekspor kita turun 4,2 persen dibanding 2011,” ungkap Joko.

Meski cenderung lesu, dia mengaku yang positif dari kinerja industri sawit tanah air sepanjang 2012 adalah volume produksi tertinggi sepanjang sejarah mencapai 26 juta ton. Dari jumlah itu, yang diekspor 18 juta ton. “Jumlah itu sudah termasuk produk turunan CPO, yaitu biodiesel dan olein,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan agar pemerintah mewaspadai langkah Malaysia yang memangkas pajak ekspor produk minyak sawit mentah yang resmi diberlakukan Januari 2013. Pasalnya, pe­mangkasan tersebut berpotensi membahayakan kemajuan in­dustri sawit Indonesia.

Perlu diketahui, saat ini pajak ekspor baru CPO di Malaysia hanya 4,5-8 persen, jauh di bawah ketentuan pajak atau bea keluar sawit Indonesia.

“Ini mesti dicermati. Indonesia pajak ekspor masih 7-22,5 persen. Kita bisa kalah dan kehilangan pasar,” ungkap Joko.

Jika kebijakan Negeri Jiran tersebut tidak segera diantisipasi, menurut dia, Indonesia bisa saja kehilangan pasar produk CPO. Sebut saja India dan Pakistan yang merupakan dua negara yang saat ini adalah importir terbesar produk CPO asal Indonesia.

Indonesia biasanya ekspor 5,5-7 juta ton per tahun dalam bentuk CPO ke India sedangkan untuk Pakistan 600.000 ton. Joko me­nilai, harus ada upaya signi­fikan yang harus dilakukan peme­rintah mencermati kejadian ini.

“Pasar kita paling besar India dan Pakistan untuk CPO. Kita khawatir dimakan Malaysia. Selain itu kita harus antisipasi untuk mendorong pemakaian di dalam negeri. Biodiesel adalah peluang terbaik dan potensial di dalam negeri. Ini bisa menyerap konsumsi do­mestik,” ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya