SK Migas
SK Migas
“Tidak pernah ada pencopotan atau pemecatan terhadap PreÂsiÂden Direktur dan General MaÂnager ExxonMobil Indonesia. Yang terÂjadi adalah pemerintah dalam hal ini Satuan Kerja SeÂmentara PeÂlaksana Kegiatan UsaÂha Hulu Minyak dan Gas Bumi tidak memperpanjang maÂsa kerja Presiden Direktur dan General MaÂnager ExxonMobil Indonesia yang memang akan habis masa berÂlakunya,†jelas Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas SK Migas Hadi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, kemarin.
Dia menegaskan, tidak diperÂpanjangnya masa kerja Presiden Direktur atau General Manager di KonÂtraktor Kontrak Kerja SaÂma tersebut, meÂrupakan hak mutÂlak pemeÂrintah yang tentunya juga dihorÂmati oleh Kontraktor KonÂtrak Kerja Sama sebagai mitra bisÂnis SK Migas.
“Tidak pernah ada pemecatan dan tidak benar bahwa hal itu dapat mencemaskan iklim invesÂtasi sektor migas di IndoÂnesia kaÂrena ketentuan meÂnyangkut keÂwenangan masa kerja tersebut. Hal itu sangat dipahami dan diÂmengerti oleh Kontraktor KonÂtrak Kerja Sama sudah sejak lama,†terang Hadi.
Beberapa hari belakangan ini, muncul pemberitaan yang meÂnyatakan Presiden Direktur dan General Manager ExxonMobil Indonesia dipecat oleh SK Migas. Hal itu menimbulkan spekulasi dalam pemberitaan bahÂwa peÂmecatan tersebut terkait dengan proses jual beli blok migas di Nanggroe Aceh DarusÂsalam yang saat ini masih di kelola ExxonMobil Indonesia.
Hadi yakin publik akan memaÂhami keputusan tidak diperÂpanÂjangnya masa kerja Presiden DiÂrektur dan General Manager ExxonÂMobil Oil Indonesia seÂbagai wujud kedaulatan negara dalam hal ini dilaksanakan oleh pemeÂrintah melalui SK Migas.
“Kami berharap situasi ini menjadi jernih kembali dengan adanya penjelasan ini sehingga semua pihak terkait, seluruh peÂmangku kepentingan di inÂdustri hulu migas dapat saling menÂjaga agar iklim investasi yang sudah sangat baik ini dapat kita jaga agar semakin baik ke depan,†beber Hadi.
Sebelumnya, ExxonMobil InÂdonesia berencana melepas saÂham di tiga perusahaan, yakni Mobil Exploration Indonesia Inc. ExxonMobil Oil Indonesia Inc dan Mobil LNG Indonesia Inc.
Porsi saham yang dilepas maÂsing-masing 100 persen untuk Blok B Arun dan Lapangan North Sumatera Offshore. Lapangan ini memproduksi gas dengan tingkat rata-rata produksi sebesar 215 juta kaki kubik per hari. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09