Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Depresiasi Rupiah Kian Tajam Karena Ekonomi Negeri Paman Sam?

MINGGU, 06 JANUARI 2013 | 08:06 WIB

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, kurs rupiah terhadap dolar AS terus melemah. Di awal Januari 2012, BI mene­tap­kan kurs tengah Rupiah di­ kisaran Rp 9.079-Rp 9.171 per dolar AS.

Pada penutupan De­sem­ber 2012, rupiah melemah di kisaran Rp 9.670-Rp 9.680 per dolar AS. Artinya, sepanjang 2012, rupiah mele­mah hingga Rp 600-Rp 650 per dolar AS.

Direktur Currency Manage­ment Board Farial Anwar me­nga­takan, rupiah mengalami de­p­re­siasi yang cukup tajam da­lam satu tahun terakhir. Hal itu men­jadi performance terburuk rupiah di kawasan Asia dalam be­berapa tahun terakhir.

Di saat pasar saham dan pasar modal nasional diguyur rezeki berlimpah dilihat dari kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), rupiah justru kian jatuh terjerembab dari level Rp 9.000 per dolar AS diawal tahun.

Menurutnya, ketika pasar mo­dal meningkat cukup signifi­kan, seharusnya banyak asing yang menjadi net buyer. Asing datang membawa dolar AS ke Indone­sia, dengan kata lain, terjadi pen­jua­lan dolar AS yang men­dong­krak penguatan rupiah.

“Namun yang terjadi tidaklah de­mikian. Dengan semakin le­mah­nya nilai tukar rupiah terha­dap dolar, maka akan berdampak berat kepada pihak yang mem­punyai utang luar negeri dan va­luta saing. Sebab, ada penam­ba­h­an sekitar Rp 650 juta. Ini sudah jelas tidak bagus untuk pe­re­ko­nomian Indonesia,” terang­Farial saat dikontak Rakyat Mer­deka, Kamis (3/1).

Farial menuturkan, likuiditas dolar AS lebih besar dari rupiah, sehingga permintaannya jauh le­bih besar dari penawarannya. Kebanyakan orang lebih aman (secure) untuk menyimpan dolar AS ketimbang rupiah.

“Pelaku pasar modal banyak yang tidak percaya pe­gang ru­piah karena permintaan dolar jauh lebih besar jika dibandingkan rupiah,” ungkapnya.

Berdasarkan data laporan ke­uangan emiten kuartal III-2012 di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Indosat Tbk (ISAT) misal­nya, mengalami kerugian kurs hingga Rp 616,33 miliar. PT Te­leko­mu­nikasi Indonesia Tbk (TLKM), merugi karena selisih kurs hingga Rp 297 miliar. Beri­kut­nya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang merugi ka­rena selisih kurs hingga Rp 1,58 miliar.

Analis Trust Securities Reza Priyambada menambahkan, per­gerakan nilai tukar rupiah me­lemah setelah pelaku pasar me­lihat masih adanya ganjalan da­lam persoalan fiscal cliff di Negeri Paman Sam.

“Masih ada kekhwatiran dari pe­laku pasar uang seiring Parle­men AS yang belum menyetujui ke­naikan batas atas penerbitan utang AS (debt ceiling) sehing­ga akan berpengaruh pada ren­cana penerbitan obligasi pe­merintah AS,” tutur Reza.

Reza menjelaskan, data ne­raca perdagangan Indonesia yang masih negatif kembali menjadi penghadang rupiah untuk berge­rak menguat meski ada sentimen positif dari naik­nya data-data manufaktur di China dan Korea Selatan.

Kendati demikian, lanjut dia, fluktuasi mata uang rupiah ter­hadap dolar AS masih cukup sta­bil seiring penjagaan Bank In­donesia (BI).

Menurut kurs tengah BI pada Kamis (3/1), mata uang rupiah bergerak menguat nilainya men­jadi Rp 9.670 diban­ding posisi sebelumnya Rp 9.685 per dolar AS. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya