Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Duh, Ada Intrik Politik Dalam Penentuan Kebijakan Pangan

Kenaikan Nilai Impor Makanan Indonesia Perlu Diwaspadai
SABTU, 05 JANUARI 2013 | 07:59 WIB

.Indonesia belum bisa lepas dari bayang-bayang impor. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor pangan per November 2012 mencapai  1,8 juta ton atau senilai 921 juta dolar AS.

Ketua Dewan Hortikultura Nasional Benny Kusbini menga­takan, tingginya impor pangan menunjukkan ketergantungan nasional terhadap luar negeri di bidang pangan terlalu tinggi.

Menurutnya, turunnya pro­duk­si kedelai AS akibat kekeringan tahun lalu berimbas besar kepada Indo­nesia. Kondisi ini sungguh me­mi­lukan sekaligus memalukan In­do­nesia yang selama ini mem­bang­gakan diri sebagai negara ber­tanah subur dan luas.

“Ini menjadi keprihatinan kita. Indonesia selalu menjadi market luar negeri,” sesal Benny kepada Rakyat Merdeka, Jumat (4/1).

Dia menilai, pemerintah harus meningkatkan upaya mewujud­kan ketahanan pangan berbasis pro­duksi dalam negeri dan tidak lagi mengandalkan impor serta ber­gantung kepada produk pa­ngan luar negeri. Indonesia harus mem­benahi pembangunan pertanian.

Dikatakan, mening­katnya im­por pangan memun­cul­kan tanda tanya di negeri yang ka­ya ini. Seolah ada yang dengan sengaja menghambat Indonesia untuk mandiri dalam urusan pangan.

“Ada intrik-intrik politik da­lam penganggaran di DPR. Kepen­tingan politik ikut bermain. Ada mafia pangan yang masih ja­di ra­ja dalam menentukan ke­bijakan pangan kita,” tegasnya.

Ketua Komisi IV DPR Roma­hur­muziy juga geram dengan per­masalahan produksi pangan nasional.

“Bagi Indonesia, pangan harus dipenuhi dalam negeri meski biaya pengadaannya lebih mahal daripada impor. Sebab, sektor per­­tanian menghidupi 33 persen angkatan kerja nasional. Karena itu, kenaikan impor pangan perlu diwaspadai, jenis, jumlah dan waktu impornya,” katanya.

Dia mengatakan, membangun swa­sembada pangan memang per­lu kerja keras dan waktu lama. Apa­lagi Indonesia didukung sumber daya melimpah, iklim tropis, pen­duduk agraris dan pasar besar.

Anggota Komisi IV DPR Ma’mur Hasanuddin menambah­kan, pemerintah harus cermat me­­lihat seluruh angka importasi be­ras terhadap kemampuan pro­duksi dalam negeri, karena pada da­sarnya akan mempengaruhi struk­tur stok perberasan nasional.

Menurut Ma’mur, Bulog meng­klaim serapannya melam­paui tar­get 3,6 juta ton, begitupun dengan Kementerian Pertanian yang me­nyatakan surplus beras mencapai 5,73 juta ton, namun mengapa angka impor beras tetap tinggi.

“Seharusnya kenaikan pro­duk­­si dan serapan beras ber­banding lu­rus dengan penurunan secara dras­tis terhadap importasi beras. Ka­rena itu, perlu sistem yang ter­integrasi antara pro­duk­si, dis­tribusi dan konsumsi beras secara nasional, sehingga selu­ruh proses dari hulu sampai hilir dapat di­monitor dengan baik,” ucap­ Ma’mur. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya