ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
“Opsi kenaikan tarif listrik per tiga bulan merupakan opsi terbaik yang dipilih pemerintah. PeruÂsaÂhaan listrik milik negara, PLN biÂsa menambah investasi pemÂbangÂkit hingga transmisi dengan keÂnaikan TDL,†kata pengamat energi Fabby Tumiwa di Jakarta, kemarin.
Pemerintah, menurut Fabby, telah mengkaji keuntungan dan kerugian akibat kenaikan TDL.
“Jika tarif listrik langsung naik 15 persen akan memberatkan masÂÂyaÂrakat. Sementara bila diÂnaikÂkan per tiga bulan, kemungÂkinan efeknya tidak terlalu beÂsar,†paparnya.
Direktur PemÂbiÂnaan PengusaÂhaan KetenaÂgaÂlisÂtrikan DirekÂtorat Jenderal KeÂteÂnaÂgalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Satya ZulÂfanitra mengatakan, tahun ini akan ada kenaikan tarif listrik empat kali, yakni pada Januari, April, Juli dan Oktober.
“Tarif listrik rata-rata akan berÂubah dari Rp 729 per kilo Watt hour (kWh) selama 2012 menjadi Rp 762 per kWh pada Januari-Maret 2013, lalu Rp 798 per kWh pada April-Juni 2013, Rp 828 per kWh pada Juli-September 2013, dan Rp 857 per kWh pada OkÂtober-Desember 2013,†jelasnya.
Dengan penjualan listrik 182,Â28 Tera Watt hour (TWh) tahun ini, kebutuhan subsidi lisÂtrik mencapai Rp 78,63 triliun dan subsidi tersebut lebih rendah jika tarif tidak naik yang memÂbuat subsidi mencapai Rp 93,52 triÂliun atau ada penghematan Rp 14,89 triliun.
Menurut dia, kenaikan TDL diperlukan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi tahun ini menÂjadi 77,65 persen dari tahun lalu sebesar 75,3 persen. Karena unÂtuk meningkatkan rasio elekÂtriÂfikasi dibutuhkan investasi pemÂbangkit, jaringan transmisi dan distribusi. Apalagi, dari perÂhiÂtuÂngan pemerintah, dengan keÂnaikÂan TDL tahun ini berÂtahap per tiga bulan, kenaikan inflasi hanya 0,3 persen.
Dirut PLN Nur Pamudji meÂngatakan, skema kenaikan TDL sepeÂnuhÂnya kewenangan KeÂmenterian ESDM, khususnya DiÂrektorat Jenderal Listrik dan PeÂmanfaatan Energi.
“Itu Dirjen Listrik yang putusÂkan,†ujar Nur.
Dia menjelaskan, PLN telah menyerahkan seluruh skenario jika TDL dinaikkan setiap satu bulan, tiga bulan maupun 12 bulan. “Skenario tersebut sudah termasuk dampak yang akan diÂtimbulkan dan dirasakan masÂyarakat,†kata Nur. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09