Berita

ilustrasi

Massa PPMI '98 Geruduk Kantor Kementerian BUMN dan ESDM

RABU, 02 JANUARI 2013 | 15:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ratusan orang dari Organisasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia ’98 (PPMI ’98) menggelar unjuk rasa di depan kantor Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM, Jakarta hari ini (Rabu, 2/1).

Dalam aksinya, mereka menuntut pemerintah membatalkan kenaikan tarif listrik. Karena menurut mereka, kebijakan tersebut hanya menguntungkan kaum kapitalis.

"Ketidakbijakan ini Kementrian ESDM dan Kementerian BUMN yang membawahi PLN menaikkan TDL per 1 Januari 2013 menambah masalah bagi rakyat Indonesia, khususnya bagi nasib jutaan buruh/pekerja," tegas Ton Abdillah Has, Sekjen PPMI '98 Jakarta.

Kalangan pengusaha dipastikan juga akan menerima dampak langsung dari ketidakbijakan pemerintah tersebut. Karena kenaikan tarif listrik akan menambah beban pengusaha. Beban pengusaha tentu saja akan diampu oleh pekerja dan konsumen sehingga secara langsung ketidakbijakan pemerintah tersebut menumbalkan nasib jutaan pekerja di Indonesia.

Kaum pekerja yang selama ini mati-matian memperjuangkan kenaikan upah (UMP/UMK), akan terancam gagal menuai hasil dari perjuangan mereka atas kenaikan standar upah yang sudah diketok di hampir semua wilayah di indonesia karena para pengusaha yang sebelumnya sudah berencana menangguhkan kenaikan upah dengan alasan ketidaksiapan mereka kini ditambah pula oleh kenaikan Tarif Dasar Listrik.

Bahkan, bukan hanya penangguhan kenaikan upah yang akan terjadi, melainkan banyak perusahaan menjadikan kenaikan TDL sebagai alasan untuk melakukan rasionalisasi mem-PHK para pekerjanya atau mengalihkan status pekerja tetapnya menjadi kontrak.

"Pemerintahan dan pengusaha kita hari ini sudah sangat neolib. Itu semua terlihat belakangan ini ketika pemerintah mencabut berbagai subsidi dari berbagai sektor dengan dalih optimalisasi APBN. Padahal itu semua cuma akal-akalan agar mempermudah perusahaan-perusahaan asing (investor listrik) masuk ke dalam negeri dan bebas mendirikan perusahaan dan membeli buruh dalam negeri dengan harga murah," jelasnya.

Kenaikan TDL merupakan ketidakbijakan pemerintah yang sebenarnya lebih diorientasikan bagi kepentingan perusahaan-perusahaan asing. Dengan fakta di atas, cukup jelas bahwa ketidakbijakan Pemerintah dalam menaikan TDL sangat merugikan rakyat, khususnya pekerja Indonesia. [zul]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya