Berita

Kementerian BUMN

Bisnis

Anak Buah Dahlan Ngaku Gagal Penuhi Target Laba

BUMN Yang Rugi Disuntik Mati Saja
SELASA, 01 JANUARI 2013 | 08:12 WIB

Rapor Kementerian BUMN tahun 2012 kurang menarik. Target laba sebesar Rp 128 triliun ternyata tidak tercapai.

Sekretaris Kementerian BUMN Wahyu Hidayat mengakan, tidak tercapainya target laba pada 2012 akibat turunnya harga komoditas, sehingga mempengaruhi bisnis BUMN terutama di sektor komoditas.

“Pertambangan, komoditas, seperti batu bara, CPO (Crude Palm Oil). Dari produksinya tidak turun, namun harga komoditi di pasar turun,” ujar Wahyu di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (28/12).

Dia juga menuturkan, faktor lain yang mempengaruhi tidak tercapai target karena PT PLN mengalami penurunan laba di 2012. “Ini turunnya karena kurs dan perubahan penghitungan akuntansi,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian BUMN mencatatkan prognosa laba bersih teratributasi atau yang menjadi hak milik perusahaan 2012 mencapai Rp 128,006 triliun. Angka ini naik 10,69 persen jika dibandingkan 2011 yang hanya Rp 115,641 triliun.

Pencapaian laba ini masih di bawah target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012 sebesar Rp 137,874 triliun. “Prognosa laba 2012 hanya tercapai 92,84 persen dari target RKAP,” katanya.

Khusus untuk PLN, kata Wahyu, justru mengalami kerugian dengan laba Rp 2,9 triliun dan turun dari 2011 yang mencapai Rp 7,1 triliun. Laba Pertamina Rp 23,946 triliun, naik dari tahun 2011 yang hanya Rp 21,192 triliun. Selain PLN, Kementerian

BUMN juga mencatat sebanyak 16 perusahaan pelat merah merugi sebesar Rp 1,492 triliun. Kerugian menurun dari periode sebelumnya sebesar Rp 3,548 triliun. Jumlah itu turun dibandingkan periode 2011 lalu.

“Yang rugi diantaranya PT Energy Management Indonesia, PT Industri Sandang Nusantara, PT Industri Soda Indonesia, Perum Film Nasional,” katanya. Kepala Biro Perencanaan dan Sumber Daya Manusia Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro menjelaskan, dari 141 perusahaan pelat merah yang ada belum semuanya menyampaikan laporan pragnosa untuk kinerja keuangannya. Namun, dari laporan yang diterima, baru delapan BUMN yang dinyatakan rugi.

“Dari semua BUMN yang sudah menyampaikan laporan prognosa 2012, ada delapan BUMN yang merugi. Di antaranya Inhutani II, Semen Kupang, PAL Indonesia, INKA, Dok dan Perkapalan Surabaya, Kertas Leces, Merpati, dan Pengerukan Indonesia,” jelas Imam.

Sementara dalam Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025, diharapkan kalangan birokrat punya semangat perubahan radikal dalam mencapai target RKAP. Dengan Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) ini sangatlah jelas tersirat, BUMN harus dalam keadaan sehat walafiat agar bisa menjadi ujung tombak pembangunan.

Oleh karena itu, BUMN yang sakit atau bahkan sudah menjadi mayat hidup --istilah Dahlan Iskan harus segera diobati apabila masih mungkin disembuhkan. Dan, BUMN yang memang tidak mungkin disembuhkan, lebih baik disuntik mati dan segera dikubur.

Hasil dari kepercayaan itu, ternyata ada lima BUMN mati yang berhasil bangkit kembali. Kelima BUMN itu adalah PT Istaka Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Djakarta Lloyd (Persero), Perum Bulog, dan PT Kertas Leces (Persero). Waskita Karya, selain bisa bangkit, pekan lalu juga melakukan penawaran perdana saham perusahaannya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya