Tuhan ya Tuhanku
inilah doaku di malam pergantian tahun
di negeri dimana harapan mayoritas rakyatnya sudah beku seperti batu
karena rezim yang tidak tahu malu
Apakah maknanya kembang api dinyalakan?
Petasan dibakar dan terompet-terompet dibunyikan?
Klakson kendaraan menimbulkan suara gaduh di tengah kemacetan sepanjang jalan?
Apakah malam ini kita sedang merayakan kemenangan?
Kemenangan terhadap apa?
Apakah kita sedang merayakan keberhasilan?
Keberhasilan dalam hal apa?
Ataukah kita sedang menyuarakan kebebasan?
Kebebasan dari apa?
Dari korupsi rezim yang kian rakus?
Dari nepotisme aji mumpung?
Dari kemiskinan yang diubah menjadi angka statistik?
Dari berbagai bentuk penindasan dan berbagai kesengsaraan?
Ataukah malam ini kita sedang menghibur diri pura-pura melupakan
betapa khianatnya rezim penghisap ini?
Tuhan ya Tuhanku
inilah doaku
yang mengapung di udara di dalam zaman yang serba meleset
Aku mendengarkan suara-suara bising
dan menyaksikan angkasa penuh dengan warna cahaya
aku melihat INDONESIA RAYA di dalam genangan air mata
dimana jutaan orang tenggelam di dalamnya
Sedang merayakan apakah aku malam ini?
Sedang merayakan apakah kamu malam ini?
Apakah maknanya TAHUN BARU
di negeri yang mayoritas rakyatnya
tidak pernah punya HARAPAN BARU?
Tidak pernah punya perubahan yang benar-benar baru?
Aku berdiri menghadap jendela
memandang pada langit menangkap kilatan
cahaya bintang sinarnya begitu terang
aku merasa dalam penantian yang panjang
Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, teman-teman, para sahabat,
dan saudara-saudaraku,
maafkan, kalau malam ini
yang kutunggu hanyalah PEMIMPIN BARU [***]