Berita

AJI Indonesia: 2012 Tahun Kekerasan Struktural terhadap Pers

JUMAT, 28 DESEMBER 2012 | 20:15 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Tahun 2012 menjadi tahun muram bagi kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia. Begitu kesimpulan umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menutup tahun 2012.

Menurut  AJI Indonesia, dalam keterangan yang diterima redaksi (Jumat malam, 28/12) selama periode Desember 2011-Desember 2012setidaknya terjadi 56 kasus kekerasan yang menimpa jurnalis. Ini belum termasuk 12 kasus kekerasan yang terjadi di Propinsi Papua.

“Pada 2011 AJI mencatat 49 kasus kekerasan, sementara pada 2010 terjadi 51 kasus kekerasan. Prediksi AJI Indonesia yang disampaikan pada akhir 2011 terbukti: kasus kekerasan terhadap jurnalis meningkat signifikan menjelang 2014,” begitu antara lain tertulis dalam keterangan yang ditandantangani Ketua Umum AJI Indonesia Eko Maryadi dan Sekjen Suwarjono.


Dari 56 kasus kekerasan pada 2012, sebanyak 18 kasus diantaranya berupa serangan fisik, 15 kasus ancaman, 10 kasus perusakan dan perampasan alat, tujuh kasus pengusiran dan pelarangan meliput, serta tiga demonstrasi disertai pengerahan massa, dua sensor, dan satu kasus peretasan web.

Secara khusus AJI Indonesia menggarisbawahi bahwa rapot merah harus diberikan kepada Polri yang mengabaikan berbagai kasus kekerasan terhadap jurnalis. Dari 56 kasus kekerasan sepanjang 2012, sebut AJI Indonesia, hanya tujuh kasus yang ditangani penyidik polisi maupun polisi militer.

“Sisanya, tak tertangani dan pelakunya tak tersentuh hukum,” ujar AJI Indonesia lagi.

Di sisi lain, polisi bahkan tercatat sebagai pelaku kekerasan terbanyak kedua, yakni 11 kasus, setelah aparat pemerintah (13 kasus), disusul aparat TNI sebanyak Sembilan kasus.

Tiga besar pelaku kekerasan ini menjadikan tahun 2012 disebut “tahun kekerasan struktural” karena pelaku kekerasan adalah aparat pemerintah baik dari lingkungan sipil maupun militer.

Penanganan kasus kekerasan terhadap jurnalis pun tidak dilakukan secara maksimal. Dalam kasus pembunuhan jurnalis Metro Manado M Aryono Linggotu, Kepolisian Resor Manado enggan menelusuri kemungkinan pembunuhan itu terkait profesi Ryo sebagai jurnalis. Padahal Ryo dikenal sebagai jurnalis yang kritis meliput peristiwa kriminal di lingkungan Polresta Manado.

Sejak terbunuhnya Ryo pada 25 November 2012, polisi baru menetapkan seorang tersangka, yaitu seorang anak dibawah umur. Jika polisi bersungguh-sungguh dan lebih profesional, kasus pembunuhan Ryo di Manado sesungguhnya dapat diungkap.

Seperti halnya keberhasilan Polda Bali pada 2009 mengungkap kasus pembunuhan wartawan Radar Bali AA Prabangsa dengan menyeret 10 pelakunya ke penjara. Pengabaian berbagai kasus kekerasan terhadap jurnalis itu melanjutkan praktik impunitas yang bahkan terjadi dalam sejumlah kasus pembunuhan jurnalis lain.

Hingga kini, para pelaku pembunuhan Fuad Muhammad Syarifuddin (Udin), Naimullah, Agus Mulyawan, Muhammad Jamaluddin, Ersa Siregar, Herliyanto, Adriansyah Matra’is Wibisono dan Alfred Mirulewan tak pernah terungkap. [guh]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Malaysia Fair 2026 Jadi Ajang Perluasan Pasar Medical Tourism di Indonesia

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:12

CFD Rasuna Said Kembali Digelar, Ini Lokasi Parkir dan Rute Transportasi Umumnya

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:10

Begini Spek Bangunan SPPG di Daerah 3T yang Dibangun Kementerian PU

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:47

Sambut Nanik Deyang, APJI Minta Juknis Dapur MBG Dibenahi

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:01

Menteri PU Rampungkan 222 SPPG di Daerah 3T

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:48

KPK Panggil Motivator Ary Ginanjar Agustian di Kasus Gratifikasi IUP Kukar

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:45

Akulaku Finance Dukung Proses Hukum pada Tindakan Kecurangan

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:36

Mubes Kosgoro 1957: Berkas La Ode Beres, Sari Yuliati Belum Bayar Administrasi

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:18

Awas Kolesterol Naik! Ini 5 Tips Sehat Mengolah Daging Kurban ala Ahli Gizi UNS

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:57

AS Buka Jalur untuk 36 Kapal Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:33

Selengkapnya