Berita

ilustrasi, Bank Mutiara

Bisnis

Naksir Mutiara, Perusahaan Milik Tutut Minta Privilege

Alasannya Butuh Bank Khusus Untuk Simpan Deposito
JUMAT, 28 DESEMBER 2012 | 08:27 WIB

.Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus berupaya menjual aset Bank Mutiara seharga Rp 6,7 triliun sampai tahun 2013. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) mengaku tertarik mengambilalih bank yang dulu bernama Bank Century ini.

Ketua Dewan Komisioner LPS Heru Budiargo optimistis dapat menjual aset Bank Mutiara setara atau lebih dengan harga penyela­matan Bank Century. Pasalnya, saat ini kondisi keuangan Bank Mutiara sudah sehat dan masuk dalam kategori status baik de­ngan aset sebanyak Rp 14 triliun.

Heru mengaku sudah ada 10 peminat yang menawar aset Bank Mutiara. Namun, ke-10 pe­minat belum lolos kualifi­kasi yang di­tetapkan LPS, seperti aspek re­kam jejak dan kom­pe­tensi pe­ngelolaan bank dari setiap pe­minat.

Informasi di lan­tai bursa me­nye­butkan, CMNP tengah men­jajaki akuisisi PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) senilai Rp 6,7 triliun. Ma­nu­ver tersebut sebagai bagian lang­kah strategis operator jalan tol ini untuk ekspansi bisnis di sektor finansial. Perseroan saat ini pu­nya dana kas sedikitnya Rp 1,1 triliun.

Menurut Dirut CMNP Jusuf Hamka, rencananya pihak ma­najemen perseroan akan bertemu jajaran direksi dan ko­misaris Bank Mutiara guna me­nindak­lanjuti penawaran non for­mal yang disampaikan dua ming­gu sebelumnya.

“Kami di­un­dang makan siang bersama seluruh jajaran direksi dan komi­saris Bank Mutiara. Mereka mau mem­pre­sentasikan soal Bank Mutiara ke kami,” kata Hamka di Jakarta, Rabu malam (26/12).

Jusuf mengaku, pihaknya ber­minat atas Bank Mutiara, sepan­jang segala masalah politiknya ter­kait warisan lama ketika ber­nama Bank Century, masalah de­ngan investor lama serta tuntu­tan nasabah Antaboga sudah ter­sele­saikan.

Perusahaan yang sebagian sa­hamnya dimiliki Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) ini ber­harap mendapat keistimewaan (privi­lege) dalam hal jangka wak­tu pembayaran karena harga akui­sisi tidak bisa didiskon.

“Kami berminat akuisisi asal ti­dak ada ongkos politiknya dan na­sabah Antaboga yang tidak di­ba­yar oleh Bank Mutiara tidak ma­suk dalam masalah ini. Ja­ngan sampai nanti tiap hari kita di­de­mo, kan pusing juga kalau me­reka de­mo di jalan tol,” kata Jusuf.

Jusuf menyadari, nilai akuisisi Bank Mutiara sebesar Rp 6,7 tri­liun bukanlah harga yang mu­rah karena mencapai empat kali dari nilai buku (price to book value).

Salah satu daya tarik Bank Mu­tiara adalah sejumlah aset kre­dit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang ber­nilai strate­gis bagi CMNP. Bank ini memi­liki aset NPL berupa satu peru­mahan seluas 200 hektar de­ngan 1.000 rumah di Serpong- Balara­ja, dekat dengan proyek tol Ser­pong-Balaraja CMNP.

Pertimbangan lainnya, kata Ju­suf, CMNP kerap kali ditawari banyak bank untuk menempatkan dana deposito. Dia beranggapan akan lebih baik apabila CMNP memiliki bank sendiri. “Dengan memiliki bank sendiri, perseroan bisa mengetahui ke mana dana depositonya diinvestasikan.”

Direktur Keuangan CMNP In­drawan Sumantri menambah­kan, CMNP memiliki dana kas Rp 1,1 triliun yang dipakai untuk akui­sisi. Bank Mutiara ma­yoritas sa­hamnya (99 persen) di­miliki oleh LPS. Sebab, pada 2008, ketika masih bernama Bank Century, bank ini menda­pat suntikan dana talangan senilai Rp 6,7 triliun.

Sebelumnya, beberapa investor dan perbankan siap mengam­bila­lih bank yang dulu dimiliki Ro­bert Tantular ini. Antara lain, Bank Mandiri, BRI hingga in­vestor Singapura Yawadwipa.

Kepala Eksekutif LPS Mirza Adityaswara mengatakan, masa pe­nawaran divestasi Bank Mu­tiara akan dibuka kembali tahun depan. Sedangkan Ketua Tim Pen­jualan Bank Mutiara Mirza Mochtar menga­takan, proses pe­njualan Mutiara akan di­bu­ka lagi pada Januari 2013.

Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ke­marin, saham CMNP ditutup pada level   Rp 1.730 atau mele­mah 6 persen. Sementara, saham BCIC sudah tidak aktif diperda­gangan sejak LPS mengambil alih Bank Century. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya