Berita

ilustrasi

Bisnis

Bank DKI Pimpin Sindikasi Pembiayaan IKPP

KAMIS, 27 DESEMBER 2012 | 22:22 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Bank DKI menjadi Mandated Arranger sekaligus agen fasilitas, agen jaminan dan agen escrow serta book runner dalam pembiayaan kredit sindikasi kepada PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (IKPP) senilai Rp 750 miliar.

Selain Bank DKI, tiga bank daerah lain yang ikut dalam sindikasi pembiayaan IKPP itu adalah Bank Kaltim, Bank Papua dan Bank Kalsel.

Penandatanganan Perjanjian Kredit dilakukan di Jakarta, siang tadi (Kamis, 27/12). Perjanjian itu ditandatangani oleh Direktur Pemasaran Bank DKI, Mulyatno Wibowo, bersama Direktur Utama Bank Kaltim, Zainudin Fanani , Plt. Direktur Utama Bank Papua, Johan Kafiar selaku, Direktur Utama Bank Kalsel, Juni Rif’at, serta Direktur Direktur PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Suhendra Wiriadinata dan Kurniawan Yuwono.

Disebutkan bahwa pemberian kredit investasi tersebut bersifat non revolving berjangka waktu enam tahun, dipergunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing) pabrik Paper Machine No. 7 (PM-7) yang berlokasi di Desa Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Pekanbaru, Riau.

Dalam keterangan yang diterima redaksi, Mulyatno menjelaskan pemberian kredit itu didasarkan pertimbangan bahwa sektor industri bubur kertas dan kertas merupakan industri potensial serta produknya dibutuhkan oleh masyarakat.

"Pada saat ini IKPP merupakan produsen pulp terbesar di Indonesia dengan menguasai produksi hingga lebih dari 30 pct produksi nasional sekaligus salah satu player terbesar di dunia dengan kinerja keuangan yang prima dan usaha yang handal,” imbuhnya.

Pada tahun 2010 Bank DKI telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 210 miliar kepada IKPP untuk pembiayaan aset Paper Machine No. 8.

Selama tahun 2012 Bank DKI diantaranya telah bertindak selaku mandated lead arranger dan book runner untuk pembiayaan kredit kepada PT. Lintas Marga Sedayu senilai Rp 8,8 triliun, PT. Pegadaian sejumlah Rp 1 triliun, IKPP sebesar Rp 750 miliar, dan PT. Duta Bhakti senilai Rp 125 miliar.

Sepanjang tahun Bank DKI terus memasuki berbagai segmen industri pilihan dengan fokus membidik debitur-debitur yang bonafid (top tier player) di industri pilihan dengan sejarah kinerja yang baik dan berkesinambungan.

Di dalam pemberian kredit, Bank DKI senantiasa menjaga keseimbangan dalam mencapai pertumbuhan kredit yang baik, berkualitas dan menghasilkan return yang optimal.

Mulyatno menambahkan, hal tersebut ditempuh dengan menyeimbangkan proporsi kredit produktif dan non produktif, dibarengi dengan penerapan manajemen risiko yang lebih baik serta dengan lebih mendorong peningkatan sinergi melalui aliansi strategi antar bisnis unit. [guh]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya