ilustrasi, gula
ilustrasi, gula
Apalagi, selama ini IKM menÂjadi sorotan banyak pihak karena ditengarai sebagai pihak yang menjadi penyebab langkanya guÂla kristal putih di pasaran beÂberapa waktu lalu. IKM diÂtengaÂrai menyedot gula kristal putih di pasaran sehingga gula yang diÂperuntukkan buat rumah tangga itu tidak bisa memenuhi kebuÂtuhan masyarakat.
Ketua AGRI Suryo Alam meÂngatakan, pihaknya sudah beÂrusaha membantu mengatasi maÂsalah itu dengan memberikan keÂmudahan kepada kalangan peÂngusaha IKM untuk menÂdaÂpatkan bahan baku gula rafiÂnasi untuk kegiatan usahanya.
“Salah satunya adalah memÂbeÂrikan fasilitas kepada koperasi dan himpunan pengusaha IKM di YogÂyakarta untuk mendapatÂkan paÂsokan gula rafinasi langÂsung dari pabrik gula rafinasi di dalam neÂgeri,†ujar Suryo di JaÂkarta, kemarin.
Dengan kerja sama itu, para pelaku IKM akan mendapatkan pasokan gula rafinasi yang berÂkesinambungan. Selain itu, deÂngan adanya pembelian secara langÂsung, maka harga pembelian gula rafinasi akan lebih murah daÂri biasanya.
“Kegiatan kerja sama ini meÂrupakan bagian dari upaya kami untuk mendorong peningÂkatan kinerja IKM di bidang maÂkanan dan minuman,†jelasnya.
Menurut Suryo, pihaknya dituÂgaskan pemerintah untuk mengaÂmankan pasokan dan distribusi gula rafinasi untuk kebutuhan inÂdustri pengguna di dalam negeri. Hal ini tidak terlepas dari kemamÂpuan AGRI memproduksi dan menÂdistribusikan jenis gula tersebut.
Dia mengatakan, tahun 2012 AGRI dengan delapan anggoÂtanya mendapatkan kuota impor raw sugar bahan baku pembuatÂan gula rafinasi sebanyak 2,1 juta ton. SebeÂnarÂnya kuota imÂpor raw sugar yang bisa diperÂoleh anggoÂta AGRI tahun ini mencapai 2,5 juta ton. Namun, pemerintah meÂmangÂkas sebaÂnyak 400.000 ton sebagai sanksi atas melubernya pereÂdaran gula rafinasi di pasar umum.
Suryo memprediksi kebutuhan gula rafinasi tahun depan akan berkisar 2,7-2,8 juta ton. “Ada keÂnaikan sekitar 600.000-700.000 ton dari tahun ini,†jelasnya.
Pemilik CV Anugrah Sukses Mandiri yang bergerak di sektor minuman herbal Yogyakarta MuÂkhÂlis Hari Nugroho mengaku sangat terbantu adanya kerja sama dengan AGRI dalam memenuhi kebutuhan gula rafinasinya.
Apalagi, kata dia, produk miÂnuman herbal yang diproÂduksiÂnya sangat membutuhkan gula rafinasi sebagai bahan baku.
“Gula jenis ini dipakai sebagai bahan baku karena kelebihan-kelebihan yang dimilikinya diÂbanding gula biasa,†katanya.
Menurut Mukhlis, penggunaÂan gula rafinasi dalam produksi serbuk minuman herbal telah meÂmicu peningkatan perminÂtaÂan pasar. Tak heran jika omset yang diraih perusahaannya terus mengalami peningkatan, bahÂkan bisa meÂnemÂbus pasar inÂternasional. Saat ini, omset yang diraihnya menÂcapai Rp 60 juta setiap bulannya.
“PeningÂkatan omset tentunya akan diÂikuti peningkatan proÂdukÂsi. KaÂmi tidak khawatir akan keÂkurangan pasokan bahan baku gula rafinasi,†cetusnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09