ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Dampaknya, muÂlai berkemÂbang isu, tidak diperÂhaÂtikannya doÂmestic market obliÂgation (DMO). DMO merupakan keÂwajiban peÂrusahaan untuk meÂmenuhi kebuÂtuhan di dalam negeri.
“Pemerintah sampai saat ini juga belum bisa menjawab pasoÂkan gas untuk industri. Dari total kebutuhan, pemerintah hanya mamÂpu memberikan seteÂngahÂnya,†ujar Enny kepada Rakyat MerÂÂdeka di Jakarta, kemarin.
Direktur Institute for DeveÂlopÂment of Economics and Finance (Indef) ini menyampaikan, keÂbutuhan gas bagi industri naÂsioÂnal tahun depan diproyeksi menÂÂcapai 1.057 million metric stanÂdard cubic feet per day (mmscfd) atau juta standar metrik kaki kuÂbik per hari. Sedangkan jatah yang dialokasikan hanya berÂkisar 550 mmscfd.
“Padahal dengan tingkat perÂtumbuhan industri yang cukup peÂÂsat, diperkirakan selain meÂngaÂlami defisit pasokan gas, kondisi tersebut akan mempeÂngaÂruhi kiÂnerÂja sektor industri. Jika dibeÂrikan pasokan yang jeÂlas, tentu perÂÂtumbuhannya nanti bisa dua kali lipat,†katanya.
Menurut Enny, bila asumsi aloÂkasi gas dapat tercapai, produksi baÂrang atau jasa sektor industri tidak membebankan masyarakat. AlÂhasil, kegiatan industri naÂsioÂnal semakin efisien dan imbas dari masalah tersebut tidak memÂpengaruhi daya beli masyarakat.
Ketua Koordinator Gas IndusÂtri Kamar Dagang Industri (KaÂdin) Indonesia Achmad WidÂjaya mengatakan, pelaku industri meÂrasa ‘dianaktirikan’ terkait aloÂkasi gas. Pasalnya, Peraturan MenÂÂÂteri (Permen) ESDM Nomor 3 Tahun 2010 menempatkan aloÂkasi gas untuk industri ditempatÂkan pada nomor empat.
Seperti diketahui, dalam PerÂmen ESDM tentang Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi, unÂtuk pemenuhan kebutuhan dalam neÂgeri dibagi menjadi empat. Yaitu pertama, untuk peningkatan proÂduksi minyak dan gas bumi (miÂgas) nasional. Kedua, untuk InÂdustri pupuk. Ketiga, untuk keÂbuÂtuhan tenaga listrik dan keempat, unÂtuk industri lainnya.
“Industi diÂanggap anak tiri, poÂsisi keÂempat di Permen ESDM tersebut,†ujar Achmad.
Dengan hanya berada di posisi keempat, lanjutnya, industri tidak menjadi prioritas sehingga kini sekÂtor industri terus berteriak kaÂrena keÂkurangan gas. Apalagi kebuÂtuhan gas industri dari taÂhun ke taÂhun terus meningkat.
Menurut data Kamar Dagang Dan Industri (Kadin), kebutuhan gas sektor industri taÂhun ini seÂbesar 2.873,47 mmscfd dan akan naik menÂjadi 2.958,58 mmscfd pada 2013. Pada tahun berikutnya menÂjadi 2.995 mmscfd.
“Katanya inÂdustri itu bagian dari ekonomi, tapi kami dibiarÂkan terus keÂkuÂrangan gas,†keÂluh Achmad. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09