Berita

ilustrasi, Beras

Bisnis

Pengawasan Lemah, Pedagang Jual Beras Di Atas HET Bulog

DPR Minta Pedagang Nakal Diberi Sanksi Tegas
SABTU, 22 DESEMBER 2012 | 08:05 WIB

Kenaikan harga beras yang terjadi menjelang akhir tahun ini diduga karena ada pedagang yang bermain dengan menjual harga beras Bulog di atas harga eceran tertinggi (HET).

Perum Bulog menyiapkan 454.000 ton beras untuk keper­luan operasi pasar dalam rangka me­nahan laju kenaikan harga be­ras. Pedagang dan koperasi boleh mem­beli beras langsung ke gu­dang Bulog asalkan menjual de­ngan HET Rp 7.400 per kilogram (kg).

Selain itu, masyarakat juga di­bo­lehkan membeli beras lang­sung ke Bulog dengan harga te­bus Rp 6.800 per kg.  Na­mun, yang terjadi harga beras di wilayah Jakarta sudah menembus Rp 8.000 per kg dan terus me­rang­kak naik. Kondisi ini mem­perlihatkan pedagang sudah men­jual beras di atas HET yang dite­tapkan Bulog. Realiasi operasi pasar beras oleh Bulog sejak Ok­tober 2012 sampai saat ini hanya sekitar 10.000 ton.

Ketua Bidang Kajian Strategis Nasional Serikat Petani Indonesia (SPI) Achmad Yaqub me­nga­ta­kan, seharusnya dengan ope­rasi pasar yang dilakukan Bulog bisa menekan kenaikan harga beras. Tapi, yang terjadi justru harganya terus melonjak.

“Padahal beras operasi pasar itu harganya sesuai dengan harga pembeliaan pemerintah dan lebih murah dari harga di pasar,” ka­tanya kepada Rakyat Merdeka.

Menurut dia, dengan terus me­lonjaknya harga beras di pasar semakin memperlihatkan ada yang bermain dengan kenaikan har­ga saat ini.

“Jika pedagang men­jual beras operasi pasar sesuai dengan HET harga bisa ditekan, tapi penga­wasan Bulog lemah,” katanya.

Anggota Komisi IV DPR Ha­bib Nabiel Almusawa meminta Bulog menjatuh­kan sanksi ke­pada peda­gang dan koperasi yang menjual beras Bu­log di atas HET. Tanpa sank­si, pedagang dan koperasi bisa men­jual beras dengan har­ga se­maunya.  

“Tanpa sank­si, upa­ya Bu­­log menahan laju ke­naikan har­­ga beras bisa gagal,” ujarnya.

Menurut Habib, kebijakan ter­sebut merupakan opsi lain di­samping operasi pasar. Dia me­ngaku operasi pasar dipandang tidak selalu maksimal karena ke­terbatasan personel di lapangan dan tidak selalu pas dengan mas­yarakat pembeli beras.

Selain sanksi, Bulog juga perlu membentuk tim pengawas ke­bija­kan ini. Tugasnya me­mantau dis­tribusi dan perdagangan beras.

“Mereka yang nakal, ma­suk­kan saja dalam kategori penjual hitam yang dipertim­bang­kan untuk tidak lagi mend­apat pa­sokan beras Bu­log,” tandasnya.

Dirut Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, operasi pasar yang dilakukan Bulog saat ini merupa­kan hasil kerja sama dengan pe­merintah daerah. Menurutnya, pedagang dan koperasi bisa mem­beli langsung ke gudang Bulog de­ngan syarat harga jualnya tidak di atas HET Rp 7.400 per kg.

“Untuk pedagang yang men­jual beras Bulog harus menem­pelkan papan harganya di kios­nya,” ujar Sutarto.

Terkait pengawasan, lanjut Sutarto, Bulog be­kerja sama de­ngan pe­merintah daerah. Jika terbukti ada peda­gang yang men­jual beras Bulog di atas HET, akan langsung diberikan sanksi mulai dari te­guran hingga tidak boleh jual beras Bulog lagi.

“Kita memang tidak bisa mela­kukan pengawa­san sendiri dalam penjualan beras. Karena itu kita melakukan kerja sama dengan Pemda,” kata Sutarto. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya