ilustrasi, Beras
ilustrasi, Beras
Perum Bulog menyiapkan 454.000 ton beras untuk keperÂluan operasi pasar dalam rangka meÂnahan laju kenaikan harga beÂras. Pedagang dan koperasi boleh memÂbeli beras langsung ke guÂdang Bulog asalkan menjual deÂngan HET Rp 7.400 per kilogram (kg).
Selain itu, masyarakat juga diÂboÂlehkan membeli beras langÂsung ke Bulog dengan harga teÂbus Rp 6.800 per kg. NaÂmun, yang terjadi harga beras di wilayah Jakarta sudah menembus Rp 8.000 per kg dan terus meÂrangÂkak naik. Kondisi ini memÂperlihatkan pedagang sudah menÂjual beras di atas HET yang diteÂtapkan Bulog. Realiasi operasi pasar beras oleh Bulog sejak OkÂtober 2012 sampai saat ini hanya sekitar 10.000 ton.
Ketua Bidang Kajian Strategis Nasional Serikat Petani Indonesia (SPI) Achmad Yaqub meÂngaÂtaÂkan, seharusnya dengan opeÂrasi pasar yang dilakukan Bulog bisa menekan kenaikan harga beras. Tapi, yang terjadi justru harganya terus melonjak.
“Padahal beras operasi pasar itu harganya sesuai dengan harga pembeliaan pemerintah dan lebih murah dari harga di pasar,†kaÂtanya kepada Rakyat Merdeka.
Menurut dia, dengan terus meÂlonjaknya harga beras di pasar semakin memperlihatkan ada yang bermain dengan kenaikan harÂga saat ini.
“Jika pedagang menÂjual beras operasi pasar sesuai dengan HET harga bisa ditekan, tapi pengaÂwasan Bulog lemah,†katanya.
Anggota Komisi IV DPR HaÂbib Nabiel Almusawa meminta Bulog menjatuhÂkan sanksi keÂpada pedaÂgang dan koperasi yang menjual beras BuÂlog di atas HET. Tanpa sankÂsi, pedagang dan koperasi bisa menÂjual beras dengan harÂga seÂmaunya.
“Tanpa sankÂsi, upaÂya BuÂÂlog menahan laju keÂnaikan harÂÂga beras bisa gagal,†ujarnya.
Menurut Habib, kebijakan terÂsebut merupakan opsi lain diÂsamping operasi pasar. Dia meÂngaku operasi pasar dipandang tidak selalu maksimal karena keÂterbatasan personel di lapangan dan tidak selalu pas dengan masÂyarakat pembeli beras.
Selain sanksi, Bulog juga perlu membentuk tim pengawas keÂbijaÂkan ini. Tugasnya meÂmantau disÂtribusi dan perdagangan beras.
“Mereka yang nakal, maÂsukÂkan saja dalam kategori penjual hitam yang dipertimÂbangÂkan untuk tidak lagi mendÂapat paÂsokan beras BuÂlog,†tandasnya.
Dirut Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, operasi pasar yang dilakukan Bulog saat ini merupaÂkan hasil kerja sama dengan peÂmerintah daerah. Menurutnya, pedagang dan koperasi bisa memÂbeli langsung ke gudang Bulog deÂngan syarat harga jualnya tidak di atas HET Rp 7.400 per kg.
“Untuk pedagang yang menÂjual beras Bulog harus menemÂpelkan papan harganya di kiosÂnya,†ujar Sutarto.
Terkait pengawasan, lanjut Sutarto, Bulog beÂkerja sama deÂngan peÂmerintah daerah. Jika terbukti ada pedaÂgang yang menÂjual beras Bulog di atas HET, akan langsung diberikan sanksi mulai dari teÂguran hingga tidak boleh jual beras Bulog lagi.
“Kita memang tidak bisa melaÂkukan pengawaÂsan sendiri dalam penjualan beras. Karena itu kita melakukan kerja sama dengan Pemda,†kata Sutarto. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09