Bakrie Group
Bakrie Group
PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) berencana melepas seÂbaÂgian saham mereka di sejumÂlah anak usahanya guna melanÂjutkan proyek pengembangan. Seperti diketahui, anak usaha Grup BaÂkrie ini membutuhkan dana besar untuk membiayai tiga proyek eksplorasi.
Menurut Sekretaris Korporat Bumi Resources Mineral Herwin Hidayat, saat ini setidaknya ada tiga usaha pertamÂbangan di mana BRMS menjadi pemegang saham mayoritas dan kemungkinan akan dilepas untuk membiayai proyek itu sendiri. Tiga perusahaan itu adalah PT Dairi Prima, PT GoÂronÂtalo MineÂral dan PT Citra Palu.
“Kami bakal bermitra dengan beberapa partner strategis untuk tambang yang sahamnya kami masih mayoritas,†katanya usai paparan publik di Four Seasons Hotel Jakarta, kemarin.
Dia menyebut, untuk proyek Dairi Prima dan Gorontalo, piÂhakÂnya memiliki saham sekitar 80 persen dari masing-masing usaha. Sementara di Citra Palu, perÂseroan memiliki saham sebaÂnyak 96,97 persen.
“Saham inilah nantinya yang akan dilepas, tetapi untuk besaÂranÂnya belum dapat disampaiÂkan saat ini, yang pasti kami usaÂhaÂkan untuk tetap jadi maÂyoritas,†jelas Herwin.
Pengamat pasar modal Agus Irfani pernah mengatakan, meÂredupnya bisnis Bakrie bisa terÂlihat dari kerugian yang diÂderita BUMI yang mencapai 334,111 juta dolar AS. Mengutip laporan keuangan BUMI 2011, perseroan mencatatkan utang jatuh tempo tahun 2012 mencapai 638 juta dolar AS (Rp6,38 triliun).
SeÂmentara tahun 2013 sebesar 1,1 miliar dolar AS, 2014 sebesar 635 juta dolar AS, pada 2015 sebesar 313 juta dolar AS, 2016 sebesar 450 juta dolar AS dan di 2017 sebesar 700 juta dolar AS. Maka jika disederhanakan, hingÂga 2014 BUMI harus meÂlunasi utang jatuh tempo 3 miliar dolar AS (Rp 30 triliun).
Melihat begitu besarnya utang jatuh tempo BUMI, membuat bisnis Grup Bakrie yang lainnya akan terimbas untuk meÂnangÂgung beban utang BUMI.
Analis BNI Securities Viviet S. Putri mengatakan, aksi korporasi yang dilakukan kelompok usaha Grup Bakrie akan terbebani utang. BeÂban itu tidak hanya kepada enÂtitas usahanya, namun juga pada entiÂtas lain dalam kelompok peÂruÂÂsahaan Bakrie seperti di jalan tol, media dan bisnis tambang.
“Jadi pendapatan dan labanya dikonversi untuk membayar utang. Istilahnya gali lubang tutup lubang,†ujar Viviet.
Sementara motor uang Grup Bakrie yang lain seperti PT BaÂkrieland Development Tbk (ELTY) atau PT London SumaÂtera Plantations (UNSP) sudah tiÂdak bisa diharapkan. Di ELTY, keÂpeÂmilikan Grup Bakrie sudah tidak mayoritas pasca masuknya LiÂmitless World InterÂnaÂtional SerÂvices Ltd. Kini, saÂham Bakrie di perusahaan proÂperti itu hanya terÂsisa 8persen.
Ditegur
United Kingdom Take Over Panel (TOP) melakukan investiÂgasi di Bumi Plc terkait kepeÂmilikan 50,3 persen hak suÂara yang dimiliki oleh Grup Bakrie dan Bukit Mutiara. Bukit Mutiara merupakan perusahaan milik Grup Recapital yang dipimÂpin oleh Rosan P Roeslani. Bukit Mutiara sebelumnya adalah peÂmilik mayoritas saham PT BeÂrau Coal Energy Tbk (BRAU) yang sekarang dikuasai Bumi Plc.
Regulator di Inggris tersebut meÂmutuskan, Grup Bakrie dan Bukit Mutiara harus menurunkan kepemilikan sahamnya menjadi hanya 30 persen saja.
“Panel tiÂdak menyadari akan aksi pemÂbelian saham secara diam-diam (concerted party) tersebut,†jelas United Kingdom TOP seperti diÂlansir Bloomberg, keÂmarin.
Mendapat teguran ini, Rosan sangat menyesalkan putusan UniÂted Kingdom TOP itu. Apalagi, sampai menyeÂbut Recapital seÂbagai pembeli saham diam-diam.
Menurut Rosan, selama ini posisi peÂrusahaan sebagai Non-IndeÂpenÂdent, Non Executive DiÂrecÂtor di Bumi Plc adalah untuk meÂwakili Grup Recapital dalam kaitannya dengan kepentingan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) yang dikeÂlola secara indepenÂden dan proÂfesional. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09