Berita

suswono

Syahganda Nainggolan: Menteri PKS Harus Atasi Isu Bakso Babi

KAMIS, 20 DESEMBER 2012 | 15:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Pertanian asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suswono diminta secepatnya mengatasi isu peredaran bakso oplosan dengan daging babi yang kini berkembang di tengah masyarakat khususnya Jakarta. Pasalnya, jika dibiarkan hal itu berpotensi mematikan para pedagang kecil yang kehidupannya bergantung pada jualan bakso.

”Menteri Pertanian tidak boleh mendiamkan fenomena ini demi membela kelangsungan usaha pedagang bakso yang terancam mengalami kerugian akibat isu tersebut, selain untuk kepentingan konsumen bakso,” ujar Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan di Jakarta, Kamis (20/12).

Menurutnya, pemerintah atau kementerian pertanian perlu menjamin pasokan daging sapi di pasaran, sehingga dapat menghentikan para spekulan maupun produsen yang sengaja melakukan oplosan daging untuk bakso dengan babi.

Sementara itu, ketersediaan pasokan daging sapi diakui akan membuat harga bahan utama pembuatan bakso itu terjangkau sekaligus tidak terus melangit, yang akhirnya dapat mengembalikan kepercayaan para pedagang bakso dalam berjualan. “Sekarang, kan harga daging sapi sudah begitu tinggi di kisaran Rp 90 ribu ke atas, dan tentu saja membuat para pembuat bakso semakin berat,” jelasnya.

Syahganda mengatakan, pemerintah perlu pula membina kelompok ‘tukang’ bakso melalui kerjasama usaha kelompok seperti koperasi, termasuk memberi kemudahan akses permodalan guna menjamin masa depan usahanya.

Dengan adanya paguyuban usaha itu, lanjut Syahganda, peristiwa yang menyebabkan kelangkaan daging sapi dan kemudian menjerat pedagang bakso mendapatkan daging oplosan berisi babi, menjadi mudah teratasi akibat kemampuan menyediakan daging tanpa babi yang disiapkan kelompoknya sendiri.

Ia menyebutkan, kekuatan jaringan pedagang bakso memerlukan perlindungan pemerintah mengingat para pedagang bakso begitu tersebar di mana-mana, di samping kenyataan bahwa pedagang berikut pengkonsumsi bakso umumnya dari kalangan Islam. Lebih sekedar itu, juga mempertimbangkan masyarakat luas sangat menyukai bakso sebagai makanan favorit orang Indonesia.

“Jadi, pemerintah bukan saja harus memperkuat usaha para pedagang bakso, tapi sekaligus memperhatikan kenyataan faktor agama dengan menghentikan berkembangnya isu bakso babi yang tidak sehat ini,” ungkap Syahganda.

Ia selanjutnya menegaskan, jaringan pengoplos bakso babi memerlukan penanganan hukum agar tidak lagi merugikan masyarakat ataupun bagi pedagang bakso, yang dikenal gigih memelihara tradisi usaha sektor rakyat di tempat mana pun itu. [zul]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya