Berita

agus martowardojo/ist

HAMBALANGGATE

Keterlibatan Agus Martowardojo Pernah Ditutup-tutupi

JUMAT, 14 DESEMBER 2012 | 01:00 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Keterlibatan Menteri Keuangan Agus Martowardojo di balik skandal pembangunan sekolah olahraga nasional di Hambalang, Jawa Barat, telah diketahui jauh hari oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun ada kekuatan di internal BPK yang berusaha sekuat mungkin menutupi keterlibatan Agus Martowardojo.

Pertengahan Oktober lalu redaksi menerima informasi yang menyebutkan audit BPK terhadap proyek Hambalang ini sudah selesai sembilan minggu sebelumnya. Dari audit investigatif itulah diketahui bahwa selain Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Menteri Keuangan Agus Martowardojo juga terlibat karena menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kemenpora 2010 yang sudah lewat tenggat waktu dan tidak ditandatangani oleh pejabat yang seharusnya menandatangani.


Namun hasil audit investigatif itu ditahan salah Wakil Ketua BPK Taufiqurrahman Ruki yang membidangi investigasi. Laporan itu tidak pernah dibahas dalam rapat anggota BPK yang biasa dilakukan tiap hari Rabu. Ruki disebutkan selalu beralasan bahwa audit investigatif tersebut belum selesai dikerjakan.


 
Pegawai BPK memiliki aturan main yang jelas dalam melakukan pekerjaan. Dalam Pasal 28 UU 15/ 2005 tentang BPK, misalnya, disebutkan bahwa siapa saja yang menghalang-halangi hasil audit yang terindikasi tindak pidana akan terkena sanksi pidana. Aturan lainnya, Pasal 31 mengatur tentang tindak pidana karena menghalang-halangi temuan audit.



Permintaan agar BPK melakukan audit investigatif soal Hambalang disampaikan Panja Hambalang DPR RI. Audit investigasi dilakukan secara keseluruhan, meliputi proses sertifikasi lahan, pengajuan anggaran kepada Kementerian Keuangan seperti layak atau tidaknya menggunakan anggaran jamak (multiyears) hingga kondisi akhir pelaksanaan proyeknya.



Panja Hambalang yang dibentuk atas kesepakatan Komisi X DPR RI dan Menpora Andi Mallarangeng itu menelusuri kesesuaian anggaran yang sudah dikucurkan dengan perkembangan pembangunan proyek. Panja juga menelusuri kejanggalan penetapan proyek Hambalang dari anggaran tahun tunggal (single years) menjadi proyek tahun jamak (multi years) dengan anggaran Rp 2,5 triliun.

Yang berkembang kemudian pada pertengahan Oktober itu adalah cerita tentang intervensi agar nama Andi Mallarangeng dan sejumlah perusahaan yang memiliki kaitan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dihapuskan dari laporan audit BPK itu. Adalah Taufiqurrahman Ruki yang membesar-besarkan cerita ini walau sehari kemudian (Jumat, 19/10) membantah sendiri cerita tentang intervensi itu.

Informasi yang diperoleh redaksi kemudian mengatakan, Ruki tanpa sengaja membuat blunder karena tak menyangka bahwa ternyata kabar tentang keterlibatan Agus Martowardojo berkembang alias tidak dapat ditutup-tutupi.

Ia berusaha menutupi peranannya menahan laporan audit BPK karena di dalamnya ada nama Agus Martowardojo. Seolah-olah, "keterlambatan" pembahasan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) itu terjadi karena upaya intervensi pihak lain.

Redaksi pernah berusaha mendapatkan konfirmasi dari Ruki atas persoalan ini. Namun Ruki tak pernah memberikan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan lewat pesan pendek itu. [guh]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya