Berita

bolot dan cucunya/rmol

Nusantara

Keroyok ABG, Pelawak Bolot dan Keluarga Diadukan ke Polisi

SELASA, 11 DESEMBER 2012 | 18:16 WIB | LAPORAN:

Pelawak lawas yang biasa berperan sebagai orang budek, Muhammad Sulaeman alias H. Bolot, dilaporkan ke polisi atas kasus pengeroyokan terhadap seorang pemuda bernama Rangga Putera Sadewa (16) pada Jumat lalu (7/12).

ABG yang mengontrak bersama ibunya di kontrakan milik Bolot di Kampung Gunung Gang Betawi RT 02/09 Jombang, Ciputat, Tangsel, itu dikeroyok oleh anggota keluarga Bolot. Alasan penganiayaan adalah korban diduga memukuli cucu Bolot di mini market Seven Eleven Jombang pada Senin (3/12).

"Saya mengalami luka memar, lecet di bagian pipi sebelah kiri, leher di bagian belakang dan punggung, mereka tiba tiba mengeroyok saya tanpa alasan yang jelas," aku Rangga dalam laporannya ke Polsek Ciputat, Selasa (11/12).


Selain Bolot, Rangga juga melaporkan Mulyadi alias Sam (anak Bolot) dan Surya (menantu Bolot). Pengeroyokan terjadi pada Jumat petang saat dirinya sedang berada di kontrakan.

"Saya dipanggil oleh keluarganya Bolot, sampai di belakang rumah Bolot saya dipukuli sama tiga orang itu," tambahnya.

Sementara, cucu Bolot, bernama Lira Larasati (18), mengaku telah dipukuli di dekat Seven Eleven, Jombang oleh segerombolan pemuda. Namun, Lira sendiri tidak yakin Rangga termasuk pelaku pengeroyokan.

"Saya hanya melihat Rangga ada di sana," terang Lira.

Saat ditemui di rumahnya kampung gunung Jalan H. Betawi Rt. 02/09 Jombang, Ciputat, Tangsel, Bolot mengaku naik pitam mendapat laporan yang menimpa cucunya.

"Saya kesal dan tidak terima cucu saya dipukuli, apalagi cucu saya anak perempuan," ujar Bolot.

Pria kelahiran Bogor, 10 Mei 1942 ini, mengaku siap bertanggung jawab jika sampai dirinya dipanggil polisi. [ald]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya