Berita

ilustrasi

Politik

Penderita Kaki Gajah Di Tasikmalaya Meningkat Signifikan

SENIN, 03 DESEMBER 2012 | 19:28 WIB | LAPORAN:

Dari tahun ke tahun jumlah penderita kasus kaki gajah (filariasis atau elephantiasis) di Kabupaten Tasikmalaya bertambah signifikan. Tahun 2009 silam tercatat 50 kasus penderita kaki gajah kronis.  Pada tahun 2010 jumlahnya bertambah menjadi 60 kasus. Tahun 2011 kembali mengalami peningkatan menjadi 62 kasus dan pada tahun 2012 menjadi 65 kasus.

Penyakit kaki gajah di Kabupaten Tasikmalaya seperti fenomena gunung es. Di permukaan terlihat sedikit. Namun kenyataannya yang terjadi di masyarakat sangat banyak. Kabupaten Tasikmalaya menempati urutan ketiga penderita kaki gajah di Jawa Barat.

Faktanya, tiap tahun ka­sus penderita penyakit kaki gajah terus bertambah. Ta­hun ini saja ditemukan kembali tiga kasus kaki gajah kronis yang tidak bisa disembuhkan secara total.


Pengobatan secara massal semua masyarakat Ka­bu­pa­ten Tasikmalaya menjadi sebuah keharusan, jika pemerintah peduli terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

Menurut Staf Penanggulangan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Chefy Hidayat, kasus baru tersebut ditemukan saat penderita mengalami gangguan kesehatan dan berobat ke puskesmas. Di antaranya ditemukan di Kecamatan Sukaratu dua kasus dan di Kecamatan Salopa dua kasus.

"Fakta di lapangan, bukan hanya orang dewasa yang terkapar. Namun beberapa di antaranya anak-anak usia produktif. Bahkan salah seorang penderita di Sukaratu harus putus sekolah, karena me­rasa minder oleh teman-temannya," kata Chefi kepada wartawan, tadi siang.

Salah satu langkah yang harus dilakukan pemerintah agar penyebaran penyakit kaki gajah bisa dihentikan, hanya dengan pengobatan secara massal semua warga Kabupaten Tasikmalaya selama 5 tahun berturut-turut.

Pemerintah Pusat sudah siap menggelontorkan ang­garan sebesar Rp 6 miliar untuk melakukan pengobatan massal di tahun pertama. Namun untuk empat tahun berikutnya pemerintah daerah yang harus melanjutkan.

Pengobatan terakhir masyarakat Desa Cisayong, Kecamatan Cisayong, berhasil melakukan pengobatan massal penyakit filariasis. Tahun ini merupakan tahun terakhir semua war­ga desa mengonsumsi obat penangkal penyakit kaki gajah.

Ada sebanyak 5.591 warga yang diobati secara massal dari golongan umur 2-3 ta­hun sebanyak 274, umur an­tara 5-14 tahun sebanyak 797 orang dan umur 15 ta­hun ke atas sebanyak 3.524 orang. [dem]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya