Berita

Mohamed Mursi/ist

Dunia

Rancangan UUD Baru Langgar Kebebasan Universal Warga Mesir

MINGGU, 02 DESEMBER 2012 | 14:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden Mohamed Mursi mengumumkan bahwa negerinya sudah siap menggelar referendum untuk memutuskan apakah akan menerima atau menolak rancangan UUD baru pada 15 Desember nanti.

Presiden yang disokong oleh Ikhwanul Muslimin ini menyampaikan hal tersebut di depan sidang Dewan Wakil Rakyat yang didominasi kelompok Islamis, yang sepekan sebelumnya menyetujui rancangan konstitusi tersebut. Demikian seperti diberitakan BBC (Minggu, 2/12)

Sementara itu, tokoh oposisi Mesir Mohamed el Baradei menyebut isi rancangan UUD baru tersebut telah membunuh nilai-nilai universal kehidupan di Mesir.


"Mursi menginginkan referendum (untuk) sebuah rancangan UUD yang melanggar kebebasan dasar dan melawan nilai-nilai universal. Perjuangan kita akan berlanjut," tulis tokoh oposisi Mohamed el Baradei, dalam kicauannya di jejaring sosial, Twitter Sabtu (1/12).

Jika rancangan ini disepakati, maka seluruh isi deklarasi konstitusi Mesir akan berubah termasuk Dekrit yang diteken Presiden Mursi pada 22 November lalu, sementara parlemen baru juga harus dibentuk melalui pemilu dalam tempo 60 hari.

Termasuk diantara perubahan mendasarnya nanti adalah pembatasan masa jabatan presiden hingga dua kali selama masing-masing empat tahun. Perubahan lain adalah penataan militer yang akan dilakukan oleh seorang warga sipil.

Rancangan itu juga berisi satu ayat menyebut "prinsip Syariah" atau hukum Islam, sebagai sumber utama legislasi.

Baik rancangan UUD ini maupun Dekrit yang ditandatangani Presiden Mursi, keduanya memberi kewenangan besar pada kediktatoran presiden sehingga memicu gelombang demonstrasi diseantero negeri melawan presiden yang kemudian diikuti aksi demonstrasi balasan mendukung presiden.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya