Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Ganggu Ekonomi, Pimpinan ASEAN Siap Perangi Kanker

MINGGU, 02 DESEMBER 2012 | 08:03 WIB

RMOL.Untuk menekan kasus kan­ker di setiap negara, delegasi ne­gara-negara ASEAN mem­buat kesepakatan tentang ke­bi­jakan penanggulangan kan­ker.

Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Makarim Wi­bi­so­no mengatakan, negara-ne­ga­ra ASEAN menyatakan ke­se­ri­usannya melakukan pen­ce­gah­an dan penanganan kan­ker se­ba­­gai investasi ekonomi ne­gara.

“Strategi pengendalian kan­ker di tingkat regional harus be­nar-benar dilakukan bagi me­reka yang paling mem­bu­tuh­kan,” kata Makarim dalam jum­pa pers di acara delegasi ne­gara-negara ASEAN bertajuk ‘Policy Roundtable on Future Access to Cancer Care in ASE­AN’ di Jakarta, Jumat (23/11).

Selain memicu kematian dini, kanker juga bisa menye­babkan kecacatan dan kelum­puhan yang membuat orang tidak lagi bisa produktif. Jika ditotal, waktu berharga yang te­ram­pas oleh kanker di In­donesia bisa men­capai ribuan tahun lamanya.

 â€œDampak kanker sebagian besar dirasakan oleh ma­sya­rakat menengah dan bawah, terutama di negara-negara de­ngan sistem jaminan sosial yang tidak memadai dan itu ha­rus segera ditangani,” katanya.

Menurut Guru Besar Bios­tatistik di The George Institute for Global Health Mark Wood­ward, Indonesia masuk di urut­an keempat penderita penyakit kanker.

“Di Indonesia kanker banyak menyerang di usia 20 hingga 64 tahun. Di Laos di bawah 20 tahun. Pada usia itu seharusnya masa produktif, tapi mereka ti­dak bisa bekerja karena kan­ker dan itu mengakibatkan ke­ru­gian besar,” kata Woodward.

Woodward memprediksi, tahun 2030 akan ada 22 juta kasus kanker baru dan 13,2 juta orang akan meninggal karena kanker. Jumlah itu bisa mem­pengaruhi pertumbuhan eko­nomi ASEAN.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan, pihaknya se­lalu gencar meng­kampa­nye­kan pola hidup sehat agar mas­yarakat terhindar dari kanker.

“Kanker bukan hanya meru­gikan penderita, tetapi sudah masuk ke ranah ekonomi. Seti­ap satu keluarga yang men­de­rita kanker akan me­nge­luarkan 30 persen dari pen­dapatan un­tuk berobat,” kata Nafsiah.

Nafsiah menegaskan, upaya penanganan kanker ini bu­kan­lah tanggung jawab pe­merintah saja, namun harus diikuti ke­sadaran masyarakat untuk me­mulai berperilaku hidup sehat.

“Pemerintah sa­ngat bergan­tung ke masyarakat, mau tidak menerapkan pola hidup sehat ,” tandasnya.  [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya