Berita

Dunia

Ancaman Boikot Hantui Pemilu Kuwait

SABTU, 01 DESEMBER 2012 | 16:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Di tengah ancaman boikot dari pihak oposisi, warga Kuwait tetap kembali memberikan suara untuk kedua kalinya pada tahun ini dalam pemilu parlemen.

Pasalnya pada malam sebelum pemilihan, puluhan ribu pendemo memadati Kuwait City dan menyerukan pemboikotan menyusul perubahan sistem pemilihan yang terjadi pada bulan lalu, yaitu dekrit 19 Oktober yang dikeluarkan Emir Sheikh Sabah al Sabah, untuk mengukuhkan dominasi keluarga Sabah dalam mendominasi pemerintahan Kuwait.

Dilansir BBC (Minggu, 1/12), ketegangan antara oposisi dengan pemerintah ini sebenarnya telah berlangsung selama berbulan-bulan. Ketegangan  bermula saat krisis bermula pada Juni silam, saat itu Mahkamah Konstitusi membatalkan hasil pemilihan parlemen Februari, yang dimenangkan oleh oposisi Islamis.


Parahnya lagi, MK juga mengembalikan kekuasaan kepada parlemen lama yang dikuasai oleh keluarga Sabah.

Setelah aksi protes berbulan-bulan, Emir Kuwait memerintahkan pembubaran parlemen tersebut dan mengumumkan pemilihan baru.

Tetapi dekrit Emir bulan lalu memotong jumlah pemilih yang berhak memberikan suara dari empat menjadi satu, dengan menyatakan akan menjamin perwakilan yang lebih adil di parlemen.

Perubahan ini justru dianggap sebagai pengaruh pemerintah atas hasil pemilihan nanti.

Anggota oposisi parlemen mengatakan perubahan itu melanggar konstitusi negara Teluk tersebut. Dan imbasnya mereka memutuskan untuk tidak ikut serta dalam pemilihan.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya