Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Jaga Kalsium Tulang Lewat Matahari Pagi & Sore

JUMAT, 30 NOVEMBER 2012 | 08:05 WIB

RMOL.Dokter spesialis ortopedi dari Fa­kultas Kesehatan Masyarakat Uni­versitas Indonesia (FKM UI) Gatot Ibrahim Wijaya menyebutkan, ada beberapa tipe sepatu hak tinggi yang mesti dihindari, seperti sepatu high heels jenis wedge, pencil heels dan hak di atas 7,5 sentimeter (cm).

“Sepatu jenis wedge memang po­pular, namun sepatu jenis ini sangat berbahaya karena platform yang lebar tidak mem­berikan fleksibilitas pada bagian kaki sehingga bisa menimbulkan ganguan pada tulang kaki,” katanya.

Begitu juga sepatu jenis pencil heels, sepatu ini cukup berbahaya karena si pemakai tidak memiliki naluri keseim­bangan saat berdiri di atas hak tersebut.

“Hak yang sangat tipis akan me­nye­babkan masalah pada kaki, punggung dan lutut. Sementara hak yang lebih tebal tidak akan begitu menekan pada jari-jari kaki, sehingga memungkinkan lebih ba­nyak keseimbangan,” jelasnya.

Sedangkan sepatu dengan tinggi di atas 7,5 cm bisa menyebabkan cedera saat digunakan. Semakin tinggi haknya, artinya semakin kurang keseimbangan dalam berjalan.

“Untuk wanita hamil diminta untuk tidak memakai sepatu hak tinggi saat beraktivitas karena bisa meng­ganggu kondisi janin di dalam pe­rut,” warning Gatot.

Selain menghindari sepatu hak tinggi, Gatot menyarankan untuk menjaga asup­an kalsium tulang dengan makanan yang sehat. Misalnya, rajin menjemur badan saat matahari pagi dan sore

“Sinar matahari di pagi hari dan sore menjelang magrib akan membantu pe­nyerapan kalsium tulang lebih kuat,” ujar Gatot.

Ketua Umum Persatuan Warga Tu­lang Sehat Indonesia (Perwatusi) Ani­ta Errol Hutagalung menam­bah­kan, sinar ma­tahari merupakan asupan kal­sium alami dan murah untuk mem­perkuat tulang.

“Sel pembentuk tulang sangat mem­butuhkan kalsium salah satunya dari matahari,” jelas Anita.

Menurut dia, dalam memineralisasi tulang, sel osteoblas (sel pembentuk tu­lang) membutuhkan kalsium sebagai bahan dasar dan hormon kalsitriol. Kal­sitriol berasal dari vitamin D3 kulit dan vitamin D2 yang berasal dari ma­kanan  seperti mentega, margarine, telur, keju, dan ikan. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya