Berita

Capres Accidental

SELASA, 27 NOVEMBER 2012 | 07:22 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

ORANG Indonesia itu umumnya katanya permisif. Permisif artinya serba membolehkan, suka mengizinkan.

Kalau Raja Dangdut Rhoma Irama misalnya disandingkan dengan Abu Rizal Bakrie (yang sekarang lagi terkenal dengan akronim ARB), Jusuf Kalla, Mega, atau Prabowo Subianto, kemungkinan terpilihnya Rhoma Irama untuk jadi presiden sebenarnya peluangnya adalah sama besar. Ini karena orang Indonesia umumnya permisif.

Dan, obrolan-obrolan seperti ini sekarang lagi beredar di warung-warung kopi, di lapak-lapak pasar, stasiun kereta, terminal, dan tempat-tempat keramaian publik dari golongan rakyat biasa.

Kenapa Rhoma Irama mau jadi capres? Kemungkinannya ada banyak. Setidaknya, pertama, Rhoma Irama sebenarnya sangat signifikan untuk diposisikan sebagai cawapres untuk mendampingi para capres muka lama alias para capres kategori 4 L (Lu Lagi Lu Lagi) yang sudah tidak laku dan tidak memiliki track record yang bisa dibanggakan. Rhoma Irama bisa mendongkrak suara capres karena popularitas keartisannya sangat tinggi.

Kedua, bersedianya Rhoma Irama jadi capres juga sekaligus menggambarkan bahwa di dalam mayoritas masyarakat Indonesia yang permisif ini sesungguhnya sedang terjadi proses frustrasi sosial, karena ternyata para calon presiden yang dijagokan dan berasal dari partai politik tidak ada yang acceptable. Kecuali tentu yang mengatakan mereka acceptable adalah lembaga survei yang mendukung.

Ketiga, demokrasi tidak menjamin akan hadirnya pemimpin yang berkwalitas, bahkan tidak otomatis berkorelasi dengan kesejahteraan mayoritas rakyat.

Orang Indonesia itu umumnya permisif, sehingga katanya pemimpin yang muncul sering by accidents (secara kebetulan atau akibat kecelakaan), namun meski demikian gampang saja diterima, karena orang Indonesia umumnya suka membolehkan, suka mengizinkan. Maka banyak lahir Accidental Hero.

Dustin Hoffman pernah memerankan satu film drama komedi yang dia bintangi bersama Andy Garcia dan Geena Davis, judul dan pesan cerita film ini agak kontekstual dengan keadaan sekarang, The Accidental Hero. Film kocak ini bercerita tentang seseorang yang mendadak jadi pahlawan yang dia sendiri sebenarnya tidak tahu penyebab dirinya jadi "pahlawan", melainkan hanya gara-gara sebuah peristiwa yang secara kebetulan dialaminya.

Di era sekarang dan di dalam sejarah pada umumnya para accidental hero suka bermunculan dimana-mana. Ada banyak koruptor yang suka meneriakan pemberantasan korupsi, ada penindas demokrasi yang suka berbicara tentang kebebasan dan persamaan hak. Reformasi ternyata telah menyebabkan banyak tokoh "bermasalah" mendadak muncul jadi "pahlawan".

Bulan depan 2012 akan berakhir, berganti 2013 yang oleh banyak kalangan disebut sebagai tahun agresifitas politik karena Pilpres bakal berlangsung di 2014. Seperti lakon sebuah film, bangsa ini terlalu penuh dengan figuran, sementara tokoh utamanya tidak ada.

Sehingga para figuran saling berebut ingin jadi tokoh utama. Semua ingin mendapat peran, ingin didengar dan dianggap benar, sehingga terjadilah over acting. Semua ingin disebut dan dianggap pahlawan, sehingga reformasi menghasilkan accidental hero. Capres accidental. [***]

Tulisan ini dimuat di Harian Rakyat Merdeka. Penulis dapat dihubungi melalui e-mail iniorangbiasa@yahoo.com.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Asta Cita Tanpa Konsistensi akan Timbul Moral Hazard

Senin, 08 Juni 2026 | 05:48

Pameran ‘Aku Arek Suroboyo’ Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno

Senin, 08 Juni 2026 | 05:24

GP Ansor Jakbar Gelar Diklatsar Tanggapi Sebutan ‘Gotham City’

Senin, 08 Juni 2026 | 04:59

Pernyataan Purbaya dan Djaka Saling Menguatkan dalam Kasus Tiffany & Co

Senin, 08 Juni 2026 | 04:46

Perkuat KDKMP

Senin, 08 Juni 2026 | 04:26

Purbaya Tidak Punya Backup Politik untuk Jalankan Misi Presiden

Senin, 08 Juni 2026 | 03:57

Jangan Kasih Tempat untuk Boti di Negeri Ini!

Senin, 08 Juni 2026 | 03:37

BEI Jabar Gencarkan Literasi Pasar Modal ke Kampus hingga SD

Senin, 08 Juni 2026 | 03:17

Menanti Hasil Uji Fundamental Perekonomian Indonesia

Senin, 08 Juni 2026 | 02:59

IPB University Raih Juara Umum Program Mahasiswa Berdampak Kemendiktisaintek

Senin, 08 Juni 2026 | 02:50

Selengkapnya