Berita

yaser arafat/ist

Dunia

Kematiannya Dinilai Janggal, Kuburan Yaser Arafat Akan Dibongkar

SABTU, 24 NOVEMBER 2012 | 18:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Makam jenazah Pemimpin Palestina Yasser Arafat yang berada di Ramallah, Tepi Barat rencanaya akan dibongkar pada Selasa (27/11). Ini bertujuan untuk meneliti apakah benar penyebab kematiannya di Paris pada 2004 lalu, akibat diracun.

Pasalnya berdasarkan catatan medis yang dirilis pada tahun 2005 disebutkan bahwa Arafat terserang stroke, tetapi Perancis mulai kembali menyelidiki penyebab kematiannya pada Agustus lalu.

Dalam sebuah investigasi yang dilakukan oleh TV al Jazeera, yang bekerja sama dengan para ahli dari Institute of Radiation Physics (IRA) di University of Lausanne Swiss, menemukan adanya jejak zat polonium radioaktif di barang-barang pribadi Arafat, termasuk penutup kepala yang menjadi ciri khasnya, kafiyeh.


Data terbaru tersebut menyebutkan bahwa kadar polonium yang berada di barang-barang pribadi Arafat, 10 kali lebih tinggi dari sewajarnya. Ini memunculkan hipotesa baru bahwa sebagian besar polonium tersebut bukan berasal dari sumber alami dana ada yang sengaja memasukannya. Demikian seperti diberitakan BBC (Sabtu, 24/11).

Disampaikan mantan kepala intelejen Palestina Tawfik Tirawi bahwa masing-masing ahli akan mengambil sample dari jenazah Arafat. Setiap tim akan memberikan analisis independen dari sample yang diambil dan jenazah akan kembali dimakamkan di hari yang sama dengan penghormatan militer.

Arafat, yang memimpin Organisasi Pembebasan Palestina PLO selama 35 tahun dan menjadi presiden pertama Pemerintahan Palestina pada 1996.

Dia jatuh sakit pada 2004 lalu. Diapun kemudian diterbangkan ke rumah sakit militer Prancis di Paris, dan meninggal pada tanggal 11 November 2004 pada usia 75 tahun.

Hingga saat ini banyak warga Palestina menduga bahwa Israel telah meracuni Arafat. Namun, Israel telah membantah adanya keterlibatan mereka dalam kematian Arafat.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya