Berita

CENTURYGATE

KPK Tak Adil kalau hanya BM dan SF yang Ditetapkan sebagai Tersangka

SELASA, 20 NOVEMBER 2012 | 09:04 WIB | LAPORAN:

Tak adil rasanya bila Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) hanya menjadikan pejabat Bank Indonesia level menengah sebagai tersangka Kasus Century, mengingat yang paling bertanggung jawab adalah Gubernur BI ketika itu. Saat itu yang menjadi Gubernur BI adalah Boediono.

"Jadi jika, hari ini KPK hanya mengumumkan dua orang tersangka, menurut saya sangat tidak adil. Apalagi kalau pengusutan kasus Century kemudian berhenti hanya sampai pada tersangka BM dan SF," ujar anggota Timwas Century DPR, Bambang Soesatyo pada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 20/11).

Saat ini berkembang informasi yang akan dijadikan tersangka oleh KPK adalah adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengelolaan Moneter nonaktif dan Deputi Bidang Pengawasan Bank Indonesia. Yaitu Budi Mulia dan Siti Fadjriah karena keduanya diduga menyalahgunakan wewenang pada pengucuran Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) ke Bank Century.

Bambang menilai menilai peran HA sebagai perancang perubahan Peraturan Bank Indonesia agar Bank Century layak menerima FPJP dan memenuhi persyaratan dengan merubah-ubah CAR. Dan peran SAT sebagai pengawas bank sangat penting saat proses pemberian dana talangan (FPJP) kepada Bank Century senilai Rp.632 miliar.

"Sebaliknya peran SF hanya melaksanakan disposisi Boediono selaku Gubernur BI dan SF tidak bisa apa-apa tanpa hasil kerja SAT. Jadi, menurut saya, janggal kalau KPK hanya menjerat BM dan SF, tanpa aktor lainnya termasuk Gubernur BI ketika itu dan pejabat LPS serta Srimulyani dalam proses bailout Bank Century senilai Rp.6,7 triliun," papar Politikus Partai Golkar ini.

Untuk itu, pihaknya berharap KPK hari ini bisa mengumumkan juga keterlibatan pejabat tinggi BI lainnya beserta pejabat LPS dan Kementerian Keuangan dalam proses FPJP dan bailout Bank Century. [zul]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya