Berita

Anonymous/ist

Dunia

Anonymous Ancam Retas Situs Israel Jika Masih Nyerang Gaza

SABTU, 17 NOVEMBER 2012 | 16:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kelompok peretas (hacker) Anonymous melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah situs internet di Israel. Serangan ini berupa mematikan beberapa situs atau mengubah tampilan situs dengan memasang pesan-pesan pro Palestina.

Kampanye yang diberi nama OpIsrael ini bertujuan membalas serangan militer yang dilakukan Israel di Gaza yang telah menewaskan sedikitnya 29 warga Palestina.

Selain itu, pihak Anonymous juga mengatakan mereka meluncurkan kampanye OpIsrael ini sebagai respon dari ancaman pemerintah Israel yang berencana memotong semua jaringan telekomunikasi di Gaza.


Dalam sebuah pernyataan yang dimuat di situs AnonRelationsHal, Anonymous menganggap hal ini telah "melanggar garis di pasir".

"Kami adalah Anonymous dan tidak ada yang bisa mematikan internet dalam pengawasan kami,"ujar Anonymous dalam situs tersebut sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 17/11).

Kelompok ini memperingatkan pemerintah Israel untuk tidak mematikan jaringan telepon dan internet. Selain itu, mereka juga mendesak operasi militer Israel di Gaza segera diakhiri.

"Jika serangan tidak berakhir, Israel akan merasakan kemurkaan penuh dan tak terkendali dari kami," lanjut Anonymous.

Baru beberapa jam setelah pernyataan itu dimuat, Anonymous segera menampilkan daftar 87 situs yang diklaim telah diretas sebagai bagian dari OpIsrael.

Kebanyakan situs itu di defaced atau di ubah penampilannya dengan menampilkan pesan dukungan bagi Hamas dan Palestina.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya