Berita

syarif hasan

Dewan Pembina: Demokrat Bertekad Bayang-bayangi PDI Perjuangan di Kalteng

SABTU, 10 NOVEMBER 2012 | 09:16 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Dari Jakarta, untuk mencapai Kecamatan Dadahup di Kabupeten Kapuas, Kalimantan Tengah, bukan hal yang mudah. Dari Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, masih dibutuhkan perjalanan sekitar 4 sampai 5 jam lagi.

Kapuas, secara geografis, memang berada di Kalimantan Tengah. Namun untuk meminimalisir jarak, akan lebih dekat dari Banjarmasin daripada dari Palangkaraya.

Secara demografis, di Kapuas, dengan jumlah penduduk sekitar 300 ribu, suku Banjar juga menjadi suku dominan, selain Dayak dan Jawa. Suku Jawa cukup banyak di Kapuas sebagai dampak dari program transmigrasi di era Presiden Soeharto.


Di Kapuas juga, tepatnya di Dadahup, dulu, merupakan bagian dari program satu juta hektar Soeharto untuk perkebunan Sawit. Selain batubara, pertanian memang menjadi sumber pendapatan daerah dengan sebutan Kota Air ini.

Secara politik, partai yang dominan di Kapuas adalah PDI Perjuangan. Kalimantan Tengah secara umum juga memang basis PDI Perjuangan di Kalimantan.

Secara politik pula, Kapuas akan akan menggelar Pilkada pada 13 November mendatang. Sang incumbent, Mawardi akan kembali bertarung. Berhadapan dengan calon yang diusung oleh Partai Golkar dan pasangan lain yang diusung koalisi partai gurem, Mawardi didukung oleh 13 koalisi partai besar di Kapuas. Misalnya, Demokrat, PDI Perjuangan, PPP, PAN, PBB dan lain-lain.

Untuk penetingan politik dan Pilkada itu pula, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Syarif Hasan, sengaja datang ke Kapuas untuk ikut mendukung Mawardi, Jumat kemarin (9/11). Syarif Hasan datang ke Kecematan Dadahup, yang tak mudah ditempuh itu, untuk ikut kampanye.

Di Dadahup, usai disambut dengan upacara dan doa adat, Syarif Hasan langsung dikerubuti. Warga berebut bersalaman dengan Menteri Koperasi dan UKM itu.  

Berada di atas panggung, Syarif Hasan berorasi. Dia mengajak warga untuk mengabaikan pasangan nomor urut satu dan dua, dan teguh memilih pasangan nomor urut tiga. Dengan mengacungkan jari ala "metal", Syarif memastikan warga agar tak salah pilih.

"Saya lihat dan saya rasakan, dalam lima tahun ini, pendidikan di Kapuas maju, pelayanan kesehatan meningkat, dan jumlah kemiskinan serta penganguran menurun. Untuk itu, jangan ragu untuk melanjutkan pembangunan ini," ajak Syarif Hasan, yang disambut teriakan dukung Mawardi dari peserta kampanye.

Usai berorasi, dan dalam perjalanan, Syarif Hasan menjawab pertanyaan mengapa jauh-jauh merelakan diri untuk terjun ke Kapuas dan mengikuti Pilkada setingkat Kabupaten. Padahal dengan posisi sebagai Dewan Pembina Demokrat, "terlalu tinggi" bagi Syarif Hasan untuk menghadiri kampanye Pilkada Kabupaten, yang bahkan dipusatkan di kecamatan yang cukup jauh dari pusat kota.

"Bagi Demokrat, Kapuas dan semua daerah itu penting. Karena itu kita ikut untuk memenangkan Pilkada. Tentu saja kedepannya, kemenangan ini demi kesejahteraan rakyat," ungkap Syarif.

Syarif tak menampik bila Kalimantan Tengah merupakan basis PDI Perjuangan. Dan Mawardi, sama-sama diusung oleh Demokrat dan partai oposisi di tingkat pusat tersebut.

"Di Kalimantan Tengah, kita bertekad, minimal, menjadi nomor dua setelah PDI Perjuangan. Mudah-mudahan bahkan menjadai nomor satu," demikian Syarif Hasan. [dzk]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya