Berita

jusuf kalla

Jusuf Kalla Prihatin Partai hanya Dukung Calon yang Terkenal

KAMIS, 08 NOVEMBER 2012 | 16:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sistem rekrutmen kepala daerah di Indonesia sudah sangat semrawut. Karena yang banyak tampil dalam setiap pemilihan adalah mereka-mereka yang memiliki popularitas tinggi, bukan berdasarkan kompetensi.

"Rekrutmen harus berdasarkan performa, bukan sebatas terkenal saja," ujar Jusuf Kalla dalam seminar bertajuk "Merajut Indonesia Baru" di Hotel Berdikara, Pancoran, Jakarta (Kamis, 8/11).

Sambil bergurau, JK, mengatakan dalam Pilkada Jawa Timur dipenuhi calon berlatar belakang militer dan kyai. Sementara dalam pilkada Jabar dipenuhi oleh artis. Ini adalah bukti parpol hanya mengandalkan calon yang terkenal di mata publik.

"Sebenarnya nggak masalah, asal diperbaiki kemampuannya," ujar JK.

Lebih lanjut, JK menyarankan agar parpol menanyakan konstribusi dari calon yang akan didukung dalam pemilihan.

"Anda berasal dari mana? Anda pernah bikin apa sehingga mau jadi gubernur. Apa Anda punya prestasi, supaya orang tahu. Tidak hanya melihat fotonya, tapi apa yang anda lakukan. Sehingga bisa untuk gambaran Indonesia ke depan menjadi lebih baik," tutur JK.

Namun, sekali lagi JK tidak mempermasalahkan pencalonan berdasarkan popularitas seseorang. Yang dipermasalahkan JK adalah politikus yang memperdagangkan politik.

"Politikus baik, pedagang baik, artis juga baik, yang buruk itu politik yang diperdagangkan," demikian JK. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya