Berita

tempe/ist

Nusantara

Pendapatan Perajin Tempe Belum Membaik

MINGGU, 04 NOVEMBER 2012 | 12:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah perajin tempe di Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung menyebutkan penurunan harga kacang kedelai belum berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan produksi tempe mereka.

"Keuntungan per hari sekarang sekitar Rp50.000 saja, lebih dari itu masih sulit," kata Heri Sucipto, salah satu perajin tempe di Kampung Umpubakti, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Waykanan, Minggu.

Pria berumur 37 tahun ini menuturkan, keuntungan tertinggi pernah ia dapatkan dalam sehari ialah Rp150.000.


"Harga kedelai Rp7.600 per kilogram, tadinya Rp8.400 per kilogram," ia menjelaskan.

Heri kemudian menambahkan, biasa menjual tempe berukuran 17 cm x 6,8 cm dan tebal 2 cm buatannya Rp1.000.

"Harga satuan saya jual di pasaran sejumlah itu," ia menjelaskan.

Berkaitan dengan penghasilan belum bisa meningkat, ia berharap, harga kedelai bisa turun lagi sehingga pendapatannya bisa membaik.

Data Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Waykanan pada Desember 2011 menyatakan sejumlah petani di daerah itu menanam kedelai di lahan seluas 1.489 hektare.

Adapun luas tanam kedelai paling tinggi berada di Kecamatan Rebangtangkas, yakni 600 hektare.

"Produktivitas komoditas kedelai kisaran 1,2 ton per hektare," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Waykanan, Amalia Rizkiyanti.[ant/ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya