Berita

Muhammad Sukron/ist

Segitiga Institute: Pemuda, Jangan Cederai Perjuangan Pendahulu Kita!

MINGGU, 28 OKTOBER 2012 | 14:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jika dulu Soekarno mengatakan, beri aku sepuluh pemuda maka akan aku rubah dunia,  maka sekarang bahasa itu sepertinya hanya menjadi jargon belaka. Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Segitiga Institute, Muhammad Sukron, di Jakarta beberapa saat yang lalu.

Seperti kita ketahui, lanjut Sukron, pergerakan dan perubahan negara Indonesia tidak pernah lepas dari peran pemuda, mulai dari pergerakan kemerdekaan Indonesia sampai pergerakan reformasi pada tahun 1998, yang dengan gagah berani mampu menurunkan rezim yang super kuat pada masa itu.

Mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini menegaskan bahwa sudah selayaknya kita sebagai pemuda bangsa ini untuk memberikan apresiasi perjuangan itu dengan mengisi kehidupan kita dengan prestasi dan memperteguh jiwa nasionalisme kita.


Tetapi yang kita lihat beberapa waktu terakhir ini, justru perilaku pemuda sangat mengejutkan dan mengecewakan kita semua. Seperti adanya kasus tawuran antar pemuda, pemakain narkoba oleh pemuda, dan yang lebih parah adalah kasus korupsi yang dilakukan oleh pemuda justru yang lebih dominan mewarnai media masa kita. Idealisme, perjuangan dan prestasi yang melekat dalam diri pemuda seolah sirna karena perilaku pemuda yang lemah nasionalismenya tersebut.

"Tentu tidak semua pemuda begitu, tetapi perilaku pemuda yang seperti itu telah mencederai perjuangan pemuda," tukas Sukron, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.

Dalam momentum peringatan 84 tahun Sumpah Pemuda ini, Sukron mengajak semua elemen masyarakat, khususnya pemuda, merefleksikan sejarah prestasi pemuda Indonesia dan mengaplikasikannya kedalam kehidupan sehari-hari.

"Mari kita refleksikan perjuangan para pemuda itu dengan melakukan pengayaan ide, gagasan dan prestasi demi kejayaan pemuda sebagai penerima tongkat estafet kepemimpinan nasional," demikian Sukron.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya