Berita

blok mahakam/ist

LMND Tuntut Nasionalisasi Blok Mahakam Demi Cita-cita Bangsa

MINGGU, 28 OKTOBER 2012 | 10:16 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Tujuan kemerdekaan nasional adalah menciptakan masyarakat adil dan makmur, namun kenyataan justru berkata lain penguasa negeri ini justru bertindak bertolak belakang cita-cita nasional bangsa ini.

Pasalnya, melalui perubahan UUD 45 selama empat kali pada masa reformasi ini, kekayaan alam negeri ini bukan lagi dipergunakan untuk memakmurkan rakyatnya. Tapi, justru dipergunakan untuk memakmurkan perusahaan-perusahaan asing dan segelintir pejabat yang setia kepada pengusaha asing tersebut.

"Inilah yang terjadi saat ini, ketika kita memperingati 84 tahun Sumpah Pemuda, kita melihat secara nyata keangkuhan dari Pemerintah SBY-Boediono bersama jajaran kabinetnya yang terus memaksakan kehendaknya untuk menyerahkan sumber migas terbesar kedua di negeri ini kepada perusahaan Perancis dan Jepang selama 20 tahun lagi ke depan, terhitung sejak 2017 nanti," ujar Ketua Umum Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND), Lamen Hendra Saputra dalam rilis yang diterima redaksi (Minggu, 28/10).


Lamen mempertanyakan nasib Blok Migas Mahakam di Kalimatan Timur yang sudah 45 tahun dikuasai oleh Perusahaan Total E&P Indonesie (Perancis) dan Inpex Corporation (Jepang) dan sampai 2011 telah memberikan pendapatan kotor kepada kedua perusahaan asing tersebut sebesar 100 millar dolar AS, justru tidak dinasionalisasi untuk kepentingan memenuhi kebutuhan Migas dalam negeri. Padahal dengan potensi cadangan yang tersisa saat ini, dan dengan harga gas yang terus terdongkrak naik, blok tersebut memiliki potensi pendapatan kotor 187 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.700 trilyun.

Ini, lanjut Lamen, merupakan cara berpikir sesat para penguasa negeri ini yang terus menghamba kepada pemodal asing. Penguasa negeri ini, lebih setia kepada asing daripada memberikan pengelolaan kekayaan negeri ini kepada para anak-anak bangsanya.

Untuk itu, dalam peringatan 84 Tahun Sumpah Pemuda ini, EN-LMND menyerukan beberapa tuntutan mereka kepada pemerintah, antara lain, nasionalisasi Blok Mahakam untuk pendidikan gratis, lapangan kerja dan upah layak nasional. Meminta pemerintah mencabut seluruh produk UU yang merusak kedaulatan dan kemandirian bangsa (UU Migas No. 22 tahun 2001, UU Penanaman Modal No. 25 Tahun 2007).

Selain itu, mereka juga menuntut pencabutan UU Sisdiknas dan UU Perguruan Tinggi yang menciptakan mahalnya biaya kuliah, menolak RUU Organisasi Masyarakat dan RUU Keamanan Nasional dan meminta pemerintah untuk membangun pabrik-pabrik baru untuk menciptakan lapangan kerja serta mengambil Alih seluruh kekayaan alam yang telah dikuasai oleh Perusahaan Tabang Asing (Total E&P Indonesie (Perancis) dan Inpex Corporation (Jepang), Freeport, Exxon Mobil Oil, Chevron, Newmont, dll).[ian]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya