Berita

Syarief Hasan : Indonesia Berpotensi Jadi Produsen Kopi Terbesar Kedua Dunia

RABU, 24 OKTOBER 2012 | 19:04 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Indonesia punya potensi besar menjadi produsen kopi nomor dua di dunia. Perkebunan kopi yang luas di Tanah Air menjadi faktornya.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan, usai menyaksikan penobatan "Miss Coffee International 2012" di Nusa Dua, Bali, Selasa, (23/10).

"Saat ini Indonesia masih diurutan ketiga setelah Vietnam dan Brasil dalam urusan produksi kopi. Peluang untuk menjadi yang terbesar minimal kedua sangat terbuka," katanya.
 

 
Menurut Menkop, untuk mencapai kesitu, stakeholder baik  dari pemerintah maupun swasta perlu terus mempromosikan kopi Indonesia. Sebab produksi perkebunan kopi kualitasnya bersaing dengan produsen negara lain.

"Saya konsentrasi di industri kopi, karena banyak usaha kecil menengah (UKM) bergabung juga dalam wadah koperasi. Jadi semakin kita mempromosikan kopi, berarti ekspor kita bisa semakin bagus. Akhirnya petani-petani kopi terangkat, UKM juga terangkat" katanya.

Menkop berharap, Indonesia mempertahankan posisinya dalam produksi kopi di peringkat ketiga produsen kopi terbesar di dunia.

Syarief juga berupaya agar produksi kopi dalam negeri terus ditingkatkan agar Indonesia dapat naik kelas ke peringkat kedua.

"Kita harus mengangkat Indonesia sebagai produsen, penghasil kopi di dunia," katanya.

Syarief optimistis roda perekonomian UMKM akan berputar baik bila mampu saling bersinergi antara pertanian dengan koperasi.

Menyinggung Indonesia sebagai penyelenggara kegiatan "Miss Coffee International 2012, ia mengaku senang dan bangga digelar di Tanah Air, karena sekaligus bisa mempromosikan kopi Indonesia serta sektor pariwisata.

"Kegiatan ini bagus. Saya dukung kegiatan semacam ini, karena akan dapat mengangkat citra bangsa di kancah dunia," katanya. [ant/dzk]
 

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Ribuan Lender Masih Terombang-ambing di Tengah Proses Hukum DSI

Senin, 26 Januari 2026 | 07:57

Gubernur Minnesota Tantang Trump Usai Agen Imigrasi Tembak Mati Perawat ICU

Senin, 26 Januari 2026 | 07:38

Barack Obama Kecam Penembakan Alex Pretti di Minneapolis

Senin, 26 Januari 2026 | 07:21

Gempur Transaksi Judol, OJK Wajibkan Bank Gunakan Teknologi Pelacakan Dini

Senin, 26 Januari 2026 | 07:06

Hasil Survei Mulai Dukung Roy Suryo Cs

Senin, 26 Januari 2026 | 06:50

Rahasia Ribosom

Senin, 26 Januari 2026 | 06:18

Dua Warga Hilang saat Longsor di Pemalang

Senin, 26 Januari 2026 | 06:02

Ahmad Khozinudin Tutup Pintu Damai dengan Jokowi

Senin, 26 Januari 2026 | 05:40

Banjir di Pulau Jawa Bukan cuma Dipicu Curah Hujan Ekstrem

Senin, 26 Januari 2026 | 05:10

Akhirnya RI Bisa Satu Meja dengan Israel dalam BoP for Gaza

Senin, 26 Januari 2026 | 05:05

Selengkapnya