Berita

PKS Sindir Sipol KPU

KAMIS, 11 OKTOBER 2012 | 22:07 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang dipergunakan KPU dalam proses verifikasi administrasi calon partai peserta Pemilu 2014 disindir PKS.

Wasekjen PKS, Mahfudz Siddiq, mengaku, PKS setuju dengan gagasan transparansi parpol.

"Karena parpol melakukan perekrutan kader dan pengurus dari masyarakat, bekerja untuk kepentingan masyarakat, dan dalam pemilu menggalang dukungan dari masyarakat," kata Mahfudz, dalam pernyataan persnya, Kamis (11/10).


Karenanya, lanjut Ketua Komisi I DPR tersebut, penggunaan Sipol oleh KPU untuk memverifikasi data kader partai perlu dijelaskan ke publik.

"PKS tidak kerepotan. Yang saya khawatir justru petugas verifikasi KPU yang kerepotan," katanya.

Penggunaan Sipol menjadi masalah tersendiri bagi parpol. Selain merepotkan, Sipol dinilai rentan dengan kesalahan dan tidak efektif. Bahkan kasus yang dialami Partai NasDem, dari 3.000 jumlah KTA yang dimiliki Partai NasDem di Banten, setelah dimasukkan dalam Sipol jumlah tersebut menggelembung mencapai 6.000 anggota.

Sementara dalam kasus PPP, kerepotan terjadi tatkala dokumen dari daerah harus dikirim dari kecamatan ke kabupaten dan terus ke pusat. Proses tersebut membuat koordinasi partai menjadi berantakan.

PPP sendiri menyarankan dokumen tetap di daerah, didaftarkan ke KPUD, dan diverifikasi oleh KPUD. Sementara KPU pusat tinggal menerima laporan saja. [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya