Berita

ilustrasi

TKI Korban "Penyiksaan" Majikan Pulang Kampung ke Madiun

SENIN, 08 OKTOBER 2012 | 12:50 WIB

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang diduga menjadi korban "penyiksaan" oleh majikannya di Arab Saudi, Sulami (37), akhirnya pulang ke kampung halamannya di Desa Banjarejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Adik kandung korban, Sulika, Senin, mengatakan, Sulami tiba di rumah di Kecamatan Dagangan pada Minggu (7/10) pagi. Ia masih harus menjalani perawatan karena tidak bisa berjalan akibat terkena stroke.

"Sebenarnya Mbak Sulami sudah tiba di Indonesia sejak Senin (1/10) lalu. Namun tidak langsung pulang ke Dagangan. Ia menjalani perawatan di RS Polri, Jakarta. Hasil diagnosa rumah sakit, Sulami menderita stroke akibat tekanan darahnya naik," ujar Sulika kepada wartawan.

Menurut dia, kondisi tersebut diduga karena beban pekerjaan yang harus dijalani kakaknya di rumah majikannya, Achmad Muksin di Arab Saudi. Majikannya sama sekali tidak memberinya waktu untuk libur.

"Dari ceritanya, Mbak Sulami harus bekerja seharian tanpa istirahat untuk melayani majikan dan empat anaknya. Karena perlakukan yang kurang manusiawi itu, kesehatannya drop. Sejak awal Agustus, Mbak Sulami menjalani perawatan di Rumah Sakit Dammam Al Markazi di Kota Qotif, Arab Saudi," kata dia.

Terkait luka di sekujur tubuh Sulami, pihak keluarga masih belum tahu. Sebab Sulami masih sulit menceritakan yang dialaminya di Arab Saudi. Korban masih sering menangis dan jarang berbicara.

Meski sudah lega karena Sulami sudah pulang, namun pihak keluarga masih dibingungkan dengan biaya perawatannya. Sebab, gaji yang seharusnya menjadi hak milik Sulami, belum diberikan oleh majikannya.

"Padahal kakak saya sudah bekerja di majikannya itu selama tujuh tahun. Kami berharap bantuan dari pemerintah daerah untuk biaya pengobatan kakak. Sebab selepas pulang ke Dagangan, kakak masih harus menjalani terapi untuk memulihkan kondisinya," tutur Sulika.

Korban saat tiba di kampung halaman hanya membawa uang Rp2,1 juta dan 435 real. Uang tersebut berasal dari solidaritas TKI di Arab Saudi. Sedangkan gaji Sulami tidak pernah diberikan majikannya dengan alasan tidak memiliki uang. Sedangkan, perawatan Sulami di Jakarta dibiyai oleh PJTKI yang memberangkatkannya, PT Duta Fandalima.

Sementara, Sulami mengaku selama di Arab Saudi tidak mengalami kekerasan dari majikannya. Hanya saja, majikannya tidak memperbolehkannya keluar rumah dan harus bekerja seharian. Dia harus melayani enam orang di rumah majikannya.

"Saya di sana disuruh masak, nyuci, dan bersih-bersih. Tidak pernah dikasih libur atau istirahat, disuruh jaga rumah saja. Sementara, gaji tidak diberikan sama sekali," terang Sulami lirih.

Saat Sulami berupaya untuk meminta gajinya, majikannya selalu berkelit dan mengaku tidak punya uang. Dia hanya diberi gaji selama tiga bulan dari masa kerja selama tujuh tahun.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Madiun, Suyadi, mengatakan, pihaknya telah menghubungi Deputi Perlindungan Tenaga Kerja di Jakarta untuk menindaklanjuti kasus Sulami.

"Kami juga mendesak BNP2TKI untuk bisa membantu agar hak-hak Sulami secepatnya bisa diurus," ujar Suyadi. [ant/zul]


Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya