ilustrasi, impor daging sapi
ilustrasi, impor daging sapi
Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengatakan, saat ini Indonesia hanya memiÂliki 15 juta ekor sapi dengan jumlah konÂsumsi 500 ribu ton per tahun. Jumlah tersebut haÂrus memenuhi kebutuhan 220 juta rakyat InÂdoÂnesia.
Hal itu berbanding terbalik deÂngan Brazil. Menurut dia, jumÂlah sapi yang dimiliki Brazil mencaÂpai 200 juta ekor, sedangÂkan jumÂlah penduduknya hanya 100 juta jiwa. “Harusnya jumlah yang kita miliki 150 juta sapi,†kata Gita di Jakarta, kemarin.
Karena itu, bekas Kepala BaÂdan Koordinasi Penanaman MoÂÂdal (BKPM) itu mengataÂkan, unÂtuk bisa memenuhi keÂbutuhan daÂging dalam negeri, jumlah sapi yang ada harus biÂsa bertambah.
Untuk diketahui, kebutuhan daging sapi nasional mencapai 484 ribu ton setahun. Adapun keÂtersediaan dipenuhi dari daÂlam negeri sebesar 399 ribu ton atau 82,5 persen dari kebuÂtuÂhan. SeÂmentara impor mencapai 85.000 ton atau 17,5 persen dari keÂbuÂtuhan yang terdiri dari daging beku 40 persen dan sapi bakalan 60 persen.
Untuk impor sapi bakalan, pada kuartal I sebesar 60 ribu ekor, kuartal II 120 ribu ekor, kuartal III 50 ribu ekor dan kuartal IV 48 ribu ekor. Target pemerintah adalah menurunkan alokasi daging impor.
Gita juga menyoroti masih rendahnya konsumsi daging daÂlam negeri yang kalah dari JerÂman. Menurutnya, masyarakat Indonesia hanya mengkonsumsi daging 2 kilogram (kg) per taÂhun, sedangkan Jerman sudah menÂcapai 20 kg per tahun.
“Itu sebabnya mereka lebih pintar dan terdepan dalam meÂningkatkan produksi daging. Kita harus belajar,†ucap Gita.
Menurut dia, untuk menguÂraÂngi impor daging yang harus diÂlakukan meningkatkan popuÂlasi sapi yang ada. Apalagi pemeÂrintah menargetkan swasembada daging.â€Saya setuju ke depannya usulan Kadin (Kamar Dagang dan Industri) yang meminta kita mengurangi impor,†ujarnya.
Dia menambahkan, bisnis daÂging sangat menggiurkan. DeÂngan konsumsi daging sapi 20 kg per kapita dan harga Rp 70.000 per kg, dikali 220 juta penduduk, maka hasilnya Rp 300 triliun atau sekitar 35 miliar dolar AS. Angka itu lebih besar dari bisnis batuÂbara dan sawit.
“Tidak ada alasan bagi penguÂsaha untuk tidak mengemÂbangÂkan (daging),†jelasnya.
Gita juga menegaskan, pihakÂnya menjamin harga daging sapi menjelang Idul Adha tidak akan mengalami kenaikan signifikan. Dari asil kunjungan ke pasar harÂga daging masih bekisar Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu per kg.
Ketua Umum Himpunan KeruÂkunan Tani Indonesia (HKTI) Oesman Sapta meminta pemeÂrintah mengurangi kebijakan imÂpor daging untuk melindungi peÂternak dalam negeri. “Impor haÂrus dikurangi sehingga tidak ada monopoli daging,†kataOsman.
Dewan Penasihat Kadin ini juÂga meminta pemerintah meÂwaÂÂjibkan importir daging memÂbeÂrikan bibit sapi kepada peÂternak lokal. Tujuannya, agar jumlah populasi sapi bisa berÂtambah dan memenuhi kebuÂtuhan daging daÂlam negeri.
Oesman mengatakan, jika daÂging sapi tidak bisa dipenuhi daÂri dalam negeri, maka di saat masÂyarakat membutuhkan seÂperti saat akan merayakan hari besar, harga daging bisa naik taÂjam seÂhingga akan memÂbeÂratÂkan masÂyarakat.
Dia juga mewanti-wanti peÂmeÂrintah, terutama Kementerian PerÂdagangan (Kemendag) unÂtuk mengendalikan harga sapi menÂjelang Idul Adha.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan KemenÂterian Pertanian (Kementan) Syukur Iwantoro mengatakan, impor Indonesia di dunia peterÂnakan mencapai Rp 23 triliun rupiah per tahun.
Rinciannya, impor sapi bakaÂlan dan daging sapi mencapai Rp 5 triliun. Unggas eksotik yaiÂtu pada bibit, bahan baku paÂngan, teknologi dan baÂhan baku penoÂlong lainnya menÂcapai Rp 11 triÂliun, serta impor susu daÂlam benÂtuk bubuk susu dan susu kental manis menÂcapai Rp 7 miliar per tahun.
Sebelumnya, Perhimpunan PeÂternak Sapi dan Kerbau InÂdonesia (PPSKI) menilai, pemeÂrintah tidak serius menangani kaÂsus daÂging sapi impor ilegal sebanyak 118 kontainer, karena belum ada tindakan nyata dari segi hukum dengan melakukan ekspor kemÂbali daging ilegal tersebut.
Ketua Umum Dewan PimÂpinan Pusat PPSKI Teguh BoeÂdiyana menilai Kementan dan Ditjen Bea Cukai tidak serius meÂÂnangani kasus indikasi maÂsuknya 118 kontainer daging sapi ilegal tersebut. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22