Berita

ilustrasi/ist

HUT TNI

Sebagai Negara Maritim, Indonesia Pantas Punya TNI AL yang Tangguh dan Kuat

JUMAT, 05 OKTOBER 2012 | 12:01 WIB | LAPORAN:

. Sebagai negara besar, Indonesia sepantasnya memiliki angkatan perang yang kuat dan tangguh, baik itu di laut, udara maupun di darat.

Memasuki usia yang ke-67, bukan berarti TNI uzur dan usang dimakan usia. Justru di tahun ini, TNI harus lebih tangguh dan perkasa.

Indonesia Maritime Institute (IMI) pun menilai masih banyak hal yang perlu dibenahi dari sisi pertahanan negara. Direktur Eksekutif IMI, Y Paonganan berharap TNI bisa jaya baik di laut, udara maupun di darat.


"75 persen wilayah Indonesia adalah laut, seharunya kekuataan TNI AL lebih dimantapkan lagi, perkuat alutista AL," kata Paonganan kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 5/10).

Dia melanjutkan, dari sisi tersebut maka pembangunan kekuatan TNI harus proporsional sesuai kondisi geografis dan geostrategis yang dominan lautan. Tentu dengan dukungan dari kekuatan AU dan AD yang  seimbang.

"Kesejahteraan prajurit juga perlu mendapat prioritas, agar lebih efektif dan optimal dalam mengemban tugas" imbau Ongen, panggilan akrab Paonganan.

Menurut Ongen, penguatan TNI AL bukan tanpa alasan. Menurutnya, penguatan wilayah maritim menjadi penting. Pasalnya, luas wilayah maritim Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

Bahkan, sekitar 70 persen pelayaran dunia pun harus melalui perairan Indonesia menuju Pasifik. Bisa saja tak melewati Indonesia, namun konsekuensinya harus memutar sekitar 6.000 nautical mile melewati Australia dan Papua New Guine.

"Tentu perlu penguatan TNI AL baik dari infratsrukturnya maupun dari penguatan personilnya. Hal ini juga sangat terkait dengan mulai bergesernya kekuatan ekonomi dunia ke kawasan Pasifik," demikian Ongen. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya