ilustrasi, Ikan
ilustrasi, Ikan
“Pusat grosir mutlak kita baÂngun untuk melengkapi infraÂstruktur di PPS Nizam Zachman guna meningkatkan pelayanan dan jasa di sektor perikanan,†kata Menteri Kelautan dan PerÂikanan Sharif Cicip Sutardjo.
Namun, pembangunan infraÂstruktur penunjang tersebut maÂsih terganjal perizinan reklamasi lahan dari Pemda DKI Jakarta.
“Kalau boleh kita akan merekÂlaÂmasi. Kita akan bangun itu (paÂsar grosir ikan). Masalahnya haÂnya satu, tempatnya ini belum siap. Ada dua alternatif reklamaÂsi atau merelokasi kantor kita senÂdiri (Balai Penelitian PerÂikanan Laut),†ujar menteri dari Partai Golkar itu.
Dengan membangun pusat grosir ikan itu nantinya pelaÂbuÂhan akan menampung hasil perÂikanan yang didapat para nelaÂyan untuk dipasarkan kepada eksporÂtir dalam skala.
Bahkan, seiring kegiatan rehaÂbilitasi di PPS NiÂzam Zachman yang kini menjaÂdikan PPS terÂsebut terbesar di InÂdonesia, KKP akan memÂbangun fasilitas di pelabuhan lain sebagai langkah nyata mencipÂtakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang berÂtumpu pada koÂmoditas kelautan dan perikanan.
Direktur Jenderal Perikanan TanÂgkap KKP Heriyanto MarÂwoto mengatakan, proyek pemÂbangunan pusat grosir ikan terÂbesar di Indonesia tersebut akan menggandeng Japan InternaÂtional Cooperation Agency (JICA) dengan skema pinjaman lunak (soft loan).
“JICA siap membantu pemeÂrintah membangun pusat grosir ikan dan akses sarana jalan ke grosir ikan tersebut,†katanya.
Rencananya, pusat pasar groÂsir ikan itu akan berdiri di atas lahan mencapai 3-4 hektar. Pasar ikan grosir ikan ini mencontoh pasar ikan di Tsukiji, Jepang.
Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Junji Shimada menamÂbahkan, PPS Nizam Zachman merupakan pelabuhan perikanan terbesar dan terlengkap di InÂdoÂnesia. Setiap hari jenis ikan dan berbagai udang diolah lalu diÂekspor ke Jepang. Hal ini menanÂdai bahwa PPS Nizam memegang peranan penÂting bagi Jepang.
Shimada menyatakan komitÂmenÂnya untuk memperkuat kerja sama bagi pengembangan PPS Nizam sebagai pelabuhan berÂtaraf internasional. Shimada juga berharap, kerja sama Indonesia-Jepang pada sektor perikanan semakin kuat di masa mendatang.
Kepala PPS Nizam Zachman Bustami Mahyuddin mengaÂtaÂkan, PPS Nizam Zachman mamÂpu memasok ikan 500 ton/ hari, bahkan separuhnya sekitar 250 ton ditujukan untuk ekspor.
“Umumnya negara yang tuÂjuan ekspor meliputi wilayah Asia dan Uni Eropa,†ucapnya.
Kapal yang mendarat di PPS Nizam Zachman per harinya ada 15 kapal dan saat ini yang berÂsandar di PPS ada 400 kapal. Sebab itu, Bustami optimis jika pasar grosir ikan dibangun, maka jumlah kapal yang bersandar di PPS ini akan menjadi 2 kali lipat atau sekitar 800 kapal/bulan. Pada umumnya komoditas ikan laut yang didaratkan yakni Tuna, Tongkol, Cakalang (TTC). [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22