Berita

Azwar Abu­bakar

Bisnis

Jual Beli Kepegawaian Di Daerah Sudah Parah

Menpan: KKN Membuat Birokrasi Boros
KAMIS, 04 OKTOBER 2012 | 08:21 WIB

Menteri Pendayagunaan Apa­ratur Negara dan Reformasi B­irokrasi (Menpan-RB) Azwar Abu­bakar gemes dengan lam­bannya reformasi birokrasi.

   Ia mengaku akan bertindak tegas melakukan perubahan sis­tem bi­rokrasi guna menciptakan sistem negara yang berkualitas.

“Ada tiga hal yang menjadi permasalahan besar di Indo­ne­sia dalam mengentaskan pema­sa­­lahan ini. Di antaranya birok­rasi yang boros dan tidak efektif karena masih adanya korupsi kolusi dan ne­potisme (KKN) yang masih ter­jaga apik,” kata Azwar saat mem­berikan sam­butan di acara work­shop RUU Aparatur Sipil Negara di Hotel Sahid, Jakarta, kemarin.

Azwar juga mengaku pernah dipanggil Presiden untuk segera mengentaskan permasalahan ter­sebut. Apalagi buruknya sis­tem birokrasi yang ada sekarang 50 persen lebih anggaran daerah tersedot sia-sia untuk belanja pegawai.

Bahkan, permasalahan masih terdapatnya dana fiktif perjalan­an dinas pegawai senilai Rp 70 mi­liar. Hal ini dikarenakan ma­sih berlakunya tindakan KKN di da­lam birokrasi.

“Temuan dana fiktif ini harus ditindak tegas. Pejabat yang ber­tanggung jawab harus dicopot atau dipindahkan ke tempat lain. Tidak boleh dibiar­kan di situ, karena menjadi contoh yang ti­dak baik,” tegas Azwar.

Selain itu, lanjut Azwar, soal in­frastruktur di Indonesia yang ma­sih kalah dari negara ASEAN lain­nya, terutama Vietnam. Pa­salnya, dari anggaran Rp 140 tri­liun hanya 4 persen yang terserap.

Untuk itu, dia meminta kese­dian para aparatur negara meng­ubah sikap guna menciptakan situasi kondusif dalam struktur kepegawaian. Meski demikian, ia menyadari, untuk mencipta­kan kekondusifan itu bukan perk­ara mudah. Sebab, di dalam pe­me­rintahan masih saja ada sikap yang terbelah-belah.

“Ada yang bersikap progresif tapi ada yang sangat berhati-hati, sehingga masalah yang dihadapi saat ini sudah parah. Reformasi birokrasi harus tegas, “ cetusnya.

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengamini bahwa jual beli formasi kepegawaian di daerah sudah mencapai titik yang sangat parah. Hal itu jauh dari yang pernah dibayangkan siapa pun, apalagi semakin diperburuk oleh berkembangnya primor­dialisme sehingga kini muncul pertanyaan apakah birokrasi dewasa ini dapat memper­tahan­kan kesatuan bangsa.

“Mohon kali ini saya jangan di­debat. Harus kita akui di daerah terjadi fenomena yang luar biasa dalam jual beli formasi kepega­waian kita. Itu betul-betul di luar kendali dari yang kita desain semua tentang birokrasi,” cetus politisi Partai Golkar itu. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya