Azwar AbuÂbakar
Azwar AbuÂbakar
Ia mengaku akan bertindak tegas melakukan perubahan sisÂtem biÂrokrasi guna menciptakan sistem negara yang berkualitas.
“Ada tiga hal yang menjadi permasalahan besar di IndoÂneÂsia dalam mengentaskan pemaÂsaÂÂlahan ini. Di antaranya birokÂrasi yang boros dan tidak efektif karena masih adanya korupsi kolusi dan neÂpotisme (KKN) yang masih terÂjaga apik,†kata Azwar saat memÂberikan samÂbutan di acara workÂshop RUU Aparatur Sipil Negara di Hotel Sahid, Jakarta, kemarin.
Azwar juga mengaku pernah dipanggil Presiden untuk segera mengentaskan permasalahan terÂsebut. Apalagi buruknya sisÂtem birokrasi yang ada sekarang 50 persen lebih anggaran daerah tersedot sia-sia untuk belanja pegawai.
Bahkan, permasalahan masih terdapatnya dana fiktif perjalanÂan dinas pegawai senilai Rp 70 miÂliar. Hal ini dikarenakan maÂsih berlakunya tindakan KKN di daÂlam birokrasi.
“Temuan dana fiktif ini harus ditindak tegas. Pejabat yang berÂtanggung jawab harus dicopot atau dipindahkan ke tempat lain. Tidak boleh dibiarÂkan di situ, karena menjadi contoh yang tiÂdak baik,†tegas Azwar.
Selain itu, lanjut Azwar, soal inÂfrastruktur di Indonesia yang maÂsih kalah dari negara ASEAN lainÂnya, terutama Vietnam. PaÂsalnya, dari anggaran Rp 140 triÂliun hanya 4 persen yang terserap.
Untuk itu, dia meminta keseÂdian para aparatur negara mengÂubah sikap guna menciptakan situasi kondusif dalam struktur kepegawaian. Meski demikian, ia menyadari, untuk menciptaÂkan kekondusifan itu bukan perkÂara mudah. Sebab, di dalam peÂmeÂrintahan masih saja ada sikap yang terbelah-belah.
“Ada yang bersikap progresif tapi ada yang sangat berhati-hati, sehingga masalah yang dihadapi saat ini sudah parah. Reformasi birokrasi harus tegas, “ cetusnya.
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengamini bahwa jual beli formasi kepegawaian di daerah sudah mencapai titik yang sangat parah. Hal itu jauh dari yang pernah dibayangkan siapa pun, apalagi semakin diperburuk oleh berkembangnya primorÂdialisme sehingga kini muncul pertanyaan apakah birokrasi dewasa ini dapat memperÂtahanÂkan kesatuan bangsa.
“Mohon kali ini saya jangan diÂdebat. Harus kita akui di daerah terjadi fenomena yang luar biasa dalam jual beli formasi kepegaÂwaian kita. Itu betul-betul di luar kendali dari yang kita desain semua tentang birokrasi,†cetus politisi Partai Golkar itu. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14
Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22